Jadwal Halving Litecoin Semakin Dekat! Mampukah LTC Tembus Rp1,4 Juta?

author:

Jadwal Halving Litecoin Semakin Dekat! Mampukah LTC Tembus Rp1,4 Juta?

Litecoin (LTC), yang sering disebut sebagai perak digital dari emas digital Bitcoin, kembali menjadi pusat perhatian berkat halving yang akan segera tiba.

Seperti halving Bitcoin, halving Litecoin adalah peristiwa yang terjadi setiap empat tahun sekali. Pada Agustus 2023, Litecoin diperkirakan akan menjalani halving ketiganya, dengan block reward akan dipotong menjadi setengahnya, dari 12.5 LTC menjadi 6.25 LTC per blok.

Lalu, akankah peristiwa halving Litecoin (LTC) yang akan datang mendorong nilainya untuk naik?

Jejak Sejarah Halving Litecoin dan Implikasinya

Dilansir dari Watcher Guru, halving pertama Litecoin (LTC) terjadi pada Agustus 2015, dengan block reward berkurang dari 50 LTC menjadi 25 LTC per blok. Selanjutnya, halving kedua berlangsung pada Agustus 2019, di mana block reward berkurang dari 25 LTC menjadi 12.5 LTC per blok. Dengan mendekati halving ketiga, banyak yang berharap akan ada lonjakan harga altcoin ini.

Sejarah telah menunjukkan bahwa halving Litecoin (LTC) cenderung memicu tren bullish pada harga. Investor biasanya membeli lebih banyak Litecoin menjelang halving dalam antisipasi adanya penurunan pasokan, yang pada akhirnya mendorong permintaan dan harga.

Baca juga: Prediksi Harga Litecoin 2023, 2025, 2030: Terdapat Persilangan Positif, LTC Diramal Tembus Rp29 Juta?

Persiapan LTC Menjelang Halving: Apakah Harga Akan Melonjak?

Per 9 Mei 2023, LTC terlihat diperdagangkan seharga $79.25 (Rp1.164.261) dengan penurunan harian sebesar 2.65%. Meski saat ini masih 80.81% di bawah rekor tertingginya sebesar $412.96 (Rp6.066.795), banyak yang berharap halving akan memicu kenaikan harga mata uang crypto ini, mengutip dari laporan Watcher Guru.

Bahkan, beberapa analis telah mulai melihat adanya sinyal harga kunci pada Litecoin menjelang halving. Beberapa analis mulai melihat tren ini mungkin akan mendorong pump harga sebelum halving terjadi, kemudian diikuti dengan koreksi harga jangka pendek, dan akhirnya terdapat tren naik yang bertahap.

Pandangan dan Optimisme Charlie Lee, Pencipta Litecoin

Twitter

Charlie Lee, sang pencipta Litecoin, baru-baru ini berbagi pemikiran dan prediksinya tentang masa depan LTC dalam bulan-bulan mendatang melalui sebuah cuitan yang diunggahnya pada 2 Mei 2023.

Dia mengungkapkan optimisme yang tinggi menjelang halving. Dia berkata,

“Saya bisa melihat target upside sebesar 10% (0.025 LTC/BTC). Dalam pasar bullish berikutnya, 5% (0.0125) seharusnya tidak terlalu sulit untuk dicapai. Saya jujur tidak melihatnya turun jauh di bawah 1% (0.0025) di sisi downside. Halving berikutnya akan terjadi dalam sekitar 92 hari. Hal ini akan menjadi sangat menarik.”

Litecoin (LTC) Melampaui Bitcoin (BTC)

Dilansir dari AMB Crypto (10/5/23), berdasarkan data dari CoinMarketCap, Litecoin (LTC) tercatat telah kehilangan 21% nilainya dalam tiga bulan terakhir.

Secara mingguan, LTC terlihat mengalami koreksi hampir 10% dan menetap pada nilai waktu persnya sebesar $79,27 (Rp1.164.555).

Twitter

Meski begitu, terlepas dari periode koreksi harga yang terus berlanjut, penggemar LTC memiliki alasan besar untuk bersorak gembira terkait hal adopsi jaringan. Menurut laporan, alamat baru yang dibuat di Litecoin (LTC) telah melampaui alamat baru di Bitcoin (BTC), sesuai dengan tweet yang diposting oleh Litecoin Foundation pada 8 Mei 2023 lalu.

Baca juga: Anggota Komunitas Litecoin Perkenalkan LTC-20, Bagaimana Perkembangannya?

Mengutip Watcher Guru, halving Litecoin jelas menjadi peristiwa yang sangat penting, baik bagi Litecoin sendiri maupun bagi pasar crypto secara keseluruhan. Meski kinerja masa lalu bukanlah jaminan hasil masa depan, namun data historis menunjukkan bahwa halving Litecoin biasanya memiliki dampak positif pada harga aset.


*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: