Waspada! IRS Prediksi Lonjakan Kasus Penggelapan Pajak Kripto di AS

Waspada! IRS Prediksi Lonjakan Kasus Penggelapan Pajak Kripto di AS

Jakarta, Pintu News – Pemerintah Amerika Serikat melalui Internal Revenue Service (IRS) bersiap menghadapi peningkatan kasus penggelapan pajak kripto yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh kepala investigasi kriminal IRS, Guy Ficco, menjelang batas waktu pelaporan pajak pada tanggal 15 April. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kenaikan Kasus Penggelapan Pajak Kripto

Menurut Ficco, IRS telah mengamati peningkatan drastis dalam kasus “kejahatan pajak kripto murni”. Ia memperkirakan jumlah kasus ini akan terus meningkat dalam waktu dekat. Ficco menjelaskan bahwa sebelumnya, kripto banyak digunakan sebagai alat dalam kejahatan keuangan seperti penipuan, pencucian uang, dan skema ponzi. Namun, kini pihaknya melihat adanya peningkatan signifikan dalam kasus penggelapan pajak kripto secara langsung.

Untuk mengatasi hal ini, IRS telah bekerja sama dengan perusahaan analisis blockchain, Chainalysis, serta beberapa lembaga penegak hukum lainnya. Ficco menekankan pentingnya pelaporan pajak yang benar dan mengingatkan wajib pajak untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Ia juga mengimbau wajib pajak untuk berkonsultasi dengan ahli pajak jika memiliki pertanyaan atau keraguan dalam melaporkan pajak kripto.

Baca Juga: Waspada, Pertanyaan Baru IRS Tentang Crypto di Formulir Pajak!

Aturan Dasar Pelaporan Pajak Kripto

aturan dasar pajak crypto
Sumber: Akun X IRS Tax Pros

Ficco memberikan beberapa aturan dasar bagi wajib pajak yang ingin melaporkan pajak kripto dengan benar. Pertama, wajib pajak harus memiliki basis aset kripto. Kedua, saat aset kripto tersebut dijual, titik penjualan merupakan saat pelepasan aset. Ketiga, wajib pajak harus menghitung keuntungan atau kerugian modal dari penjualan aset kripto. Keempat, wajib pajak harus melaporkan keuntungan atau kerugian modal tersebut dalam laporan pajak penghasilan mereka.

Ficco menegaskan bahwa IRS telah meningkatkan upaya investigasi dan penuntutan terhadap warga negara AS yang gagal melaporkan pajak kripto mereka di masa lalu, serta mereka yang secara aktif mengaburkan atau berbohong dalam laporan pajak mereka. Ia juga mengimbau wajib pajak untuk mematuhi peraturan pajak kripto dan menghindari sanksi hukum yang berat.

Baca Juga: Kebijakan Terkini AS: Mengharuskan Laporan ke IRS untuk Transaksi Crypto Lebih dari $10.000

Kasus Terbaru Penggelapan Pajak Kripto

Sebagai contoh kasus, pada tanggal 6 Februari, seorang warga Texas bernama Frank Richard Ahlgren III didakwa oleh dewan juri federal karena mengajukan laporan pajak palsu dan menghindari persyaratan pelaporan atas keuntungan lebih dari $4 juta yang diperoleh dari Bitcoin (BTC). Kasus ini menunjukkan keseriusan IRS dalam menangani penggelapan pajak kripto dan memberikan peringatan bagi wajib pajak untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

IRS terus berupaya meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi dan menyelidiki kejahatan pajak kripto. Dengan kerja sama lembaga penegak hukum dan perusahaan analisis blockchain, IRS berkomitmen untuk memastikan kepatuhan pajak dan mencegah penggelapan pajak kripto di Amerika Serikat.

Kesimpulan

Lonjakan kasus penggelapan pajak kripto menjadi tantangan bagi IRS dalam menegakkan kepatuhan pajak. Dengan peningkatan kerja sama dan penggunaan teknologi canggih, IRS berupaya untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa wajib pajak mematuhi peraturan pajak yang berlaku.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi