Iran Berjuang untuk Bergabung dengan BRICS: Apakah Mereka Akan Diterima?

Iran Berjuang untuk Bergabung dengan BRICS: Apakah Mereka Akan Diterima?

Iran telah meningkatkan upayanya untuk menjadi anggota kelompok BRICS menjelang pertemuan puncak blok ekonomi tersebut.

Wakil menteri luar negeri Iran untuk diplomasi ekonomi mengungkapkan bahwa Iran sedang aktif mencari peluang untuk memperkuat hubungan ekonominya dengan anggota BRICS, dengan mencatat bahwa negara tersebut telah menjalin hubungan yang kuat dengan China, Rusia, dan India.

Iran Tidak Melihat Hambatan untuk Bergabung dengan BRICS

Mehdi Safari, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Diplomasi Ekonomi, mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu bahwa keanggotaan Iran dalam kelompok ekonomi BRICS tidak menghadapi hambatan, seperti dilaporkan oleh Tasmin News Agency.

Baca Juga: Rekor Terbesar, Aliran Dana Mingguan Investasi Crypto Mencapai Rp2,9 Triliun Sejak Juli 2022!

Menyadari bahwa Iran telah secara resmi meminta untuk bergabung dengan blok BRICS, Safari menjelaskan:

‘Kami sedang berusaha agar anggota kelompok ekonomi, termasuk Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, akan menerima keanggotaan Iran.'”

Upaya Iran untuk Mendekatkan Diri dengan Anggota BRICS

aliansi brics terbaru

Safari menekankan bahwa Iran telah menjalin hubungan yang kuat dengan negara-negara anggota BRICS utama, yaitu China, Rusia, dan India.

Selain itu, Iran sedang aktif mencari peluang untuk memperkuat hubungan ekonominya dengan anggota BRICS lainnya, katanya.

BRICS telah menarik minat dari lebih dari 40 negara yang berusaha untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Baca Juga: Nah Loh! Iran Kembalikan 150.000 Mining Rig Sitaan ke Penambang Bitcoin! Sinyal Dukungan Terhadap Crypto?

Menurut Anil Sooklal, diplomat Afrika Selatan yang bertanggung jawab atas hubungan BRICS, 22 negara telah secara resmi mengajukan permohonan.

Selain itu, dia mengungkapkan minggu lalu bahwa Afrika Selatan telah mengundang 69 pemimpin ke pertemuan puncak, termasuk semua kepala negara Afrika dan pemimpin badan Global South utama. Namun, tidak ada negara Barat yang diundang, katanya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: