Irak Menghentikan Transaksi Dolar Tunai, Apa Dampaknya Bagi Kamu?

Irak Menghentikan Transaksi Dolar Tunai, Apa Dampaknya Bagi Kamu?

Dalam perkembangan yang cukup mengejutkan, Irak telah resmi mengumumkan niatnya untuk melarang semua penarikan dan transaksi tunai dalam dolar AS.

Keputusan ini diambil dengan harapan untuk mengurangi penyalahgunaan cadangan saat ini dan penghindaran sanksi AS.

Alasan Dibalik Keputusan Irak

Menurut laporan Reuters, larangan ini diumumkan oleh pejabat Bank Sentral Irak dengan tujuan untuk mengurangi penyalahgunaan cadangan dan penghindaran sanksi AS.

Mazen Ahmed, direktur jenderal investasi dan remitansi Bank Sentral Irak, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena penyalahgunaan sekitar $10 miliar yang diimpor oleh Federal Reserve New York ke negara tersebut setiap tahunnya.

Baca Juga: Larangan Dolar AS di Irak: Langkah Menuju Penguatan Dinar dan Keinginan Bergabung dengan BRICS

Ahmed mencatat bahwa sekitar 50% impor tunai AS digunakan secara ilegal, yang menjadi pendorong keputusan ini.

Selain itu, Ahmed menambahkan bahwa dolar yang disetor sebelum akhir 2023 masih dapat ditarik pada 2024. Namun, setelah 2024, dolar hanya bisa ditarik dalam mata uang lokal.

Dampak Keputusan Irak Bagi Kamu

Dinar Irak
Rudaw

Keputusan ini tentunya akan berdampak pada kamu yang melakukan transaksi dengan dolar AS di Irak.

Ahmed menegaskan bahwa penarikan tunai telah terus disalahgunakan. Oleh karena itu, negara tersebut telah mengatur transfer kawat, yang sebelumnya banyak digunakan dalam upaya melakukan transaksi penipuan.

Ahmed menegaskan, “Kamu ingin transfer? Transfer. Kamu ingin kartu dalam dolar? Silakan, kamu bisa menggunakan kartu di dalam Irak dengan kurs resmi, atau jika kamu ingin menarik tunai, kamu bisa dengan kurs resmi dalam dinar. Tapi jangan bicarakan lagi soal dolar tunai.”

Langkah Selanjutnya

Irak telah menyiapkan platform untuk mengatur transfer yang merupakan sebagian besar permintaan dolar mereka.

Platform yang mereka miliki sebelumnya menjadi sarang penerimaan palsu dan transaksi penipuan yang mengalirkan dolar ke Iran dan Suriah, kedua negara di bawah sanksi AS.

Ahmed mengatakan bahwa Bank Sentral Irak berharap dinar bisa kehilangan lebih banyak nilai saat langkah baru ini diberlakukan.

Namun, ia mengatakan itu adalah efek samping yang dapat diterima dari formalisasi sistem keuangan dan Bank Sentral Irak menyediakan dolar dengan kurs resmi untuk semua tujuan sah.

Paragraf Penutup

Keputusan ini tentunya akan berdampak besar pada ekonomi Irak dan juga bagi kamu yang melakukan transaksi dengan dolar AS di negara tersebut.

Namun, langkah ini diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan dolar dan penghindaran sanksi AS.

Baca Juga: Apakah Dinar Irak atau Crypto Bisa Menumbangkan Dominasi Dolar AS? Pemerintah Iran Pikir Demikian!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: