US Space Force Gabungkan Teknologi Crypto dengan Keamanan Nasional!

US Space Force Gabungkan Teknologi Crypto dengan Keamanan Nasional!

Apakah kamu tahu bahwa Bitcoin bisa menjadi senjata strategis dalam perang siber? Seorang insinyur dari US Space Force, Jason Lowery, telah mengajukan ide revolusioner yang menggabungkan teknologi crypto dengan keamanan nasional. Dengan memanfaatkan Bitcoin sebagai “macrochip”, Lowery percaya bahwa AS dapat mengubah cara mereka melindungi infrastruktur siber. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Bitcoin sebagai Benteng Siber

bitcoin sebagai benteng siber
Sumber: LinkedIn

Lowery membandingkan konsep keamanan fisik seperti benteng dengan keamanan siber. Dia mengusulkan penggunaan komputer yang membutuhkan biaya operasional tinggi untuk menciptakan hambatan fisik dalam dunia digital. Dengan mengintegrasikan komputer ini ke dalam infrastruktur internet, AS dapat memperkenalkan batasan fisik ke dalam ranah siber yang sebelumnya tidak terbatas. Ini akan mempersulit pelaku serangan siber untuk mengakses dan mengganggu sistem.

Lowery menekankan bahwa teknologi crypto seperti Bitcoin dapat mengubah pemahaman kita tentang perang siber. Bitcoin, dengan sistem proof-of-work (PoW) yang membutuhkan daya komputasi besar, dapat dijadikan sebagai alat untuk memperkuat keamanan siber. Dengan kesulitan saat ini mencapai 67,96 terahashes per detik, Bitcoin menawarkan model keamanan yang berbasis pada penggunaan energi yang signifikan.

Baca Juga: Terungkap! Lido DAO Temukan Kerentanan Keamanan dalam Protokol Ethereum

Strategi Offset dengan Bitcoin

Dalam strategi militer, “offset” adalah penggunaan teknologi untuk menyeimbangkan kekuatan lawan. Lowery berpendapat bahwa Bitcoin dan teknologi PoW dapat menjadi alat modern dalam strategi offset ini. Dia menyarankan bahwa Bitcoin dapat mendefinisikan ulang lanskap perang siber dan pertahanan dengan mengubah jaringan listrik global menjadi komputer berskala besar.

Lowery juga menyoroti tantangan keamanan siber saat ini dan keterbatasan solusi berbasis perangkat lunak. Dia mengusulkan bahwa protokol PoW, seperti yang digunakan oleh Bitcoin, merupakan inovasi signifikan dalam bidang ini. Dengan memperkenalkan biaya fisik nyata sebagai pencegah dalam siber, pendekatan ini dapat merevolusi cara keamanan digital ditegakkan.

Baca Juga: MetaMask dan Blockaid Luncurkan Fitur Keamanan Baru, Apa Saja Manfaatnya?

Urgensi Adopsi Bitcoin untuk Keamanan Nasional

as dan bitcoin
Sumber: PYMNTS

Lowery menekankan pentingnya AS untuk mengakui dan beradaptasi dengan potensi Bitcoin sebagai strategi offset dalam keamanan siber. Dia memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan global, terutama di era di mana sistem yang saling terhubung semakin rentan terhadap pelanggaran keamanan.

Dalam suratnya, Lowery mendesak agar Dewan Inovasi Pertahanan menyarankan Kementerian Pertahanan untuk memprioritaskan penyelidikan terhadap pentingnya strategis nasional dari protokol PoW seperti Bitcoin. Dia menegaskan bahwa pendekatan proaktif ini penting untuk memahami dan memanfaatkan teknologi ini untuk pertahanan nasional dan keamanan siber, memastikan bahwa AS tetap menjadi kekuatan super global dalam lanskap digital yang berkembang.

Inisiatif Lowery membuka mata kita terhadap potensi Bitcoin yang melampaui keuangan. Dengan mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi keamanan siber, AS dapat memperkuat pertahanan digitalnya dan memastikan keamanan nasional di era digital yang penuh tantangan ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: