Inggris Mengumumkan Ambisi Utama untuk AI Global, Apa Saja Isinya?

author:

Array

Inggris Mengumumkan Ambisi Utama untuk AI Global, Apa Saja Isinya?

Baru-baru ini, Inggris telah mengumumkan lima “ambisi” utamanya untuk Konferensi Tingkat Tinggi keselamatan kecerdasan buatan (AI) global yang akan datang pada 1-2 November 2023. Dengan fokus pada pemahaman risiko yang ditimbulkan oleh teknologi AI mutakhir, Konferensi Tingkat Tinggi ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kerangka kerja nasional dan internasional untuk mengatasi tantangan ini.

Menghadapi Risiko dari Sistem AI Lanjutan

suku bunga inggris naik

Agenda utama Konferensi Tingkat Tinggi adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap risiko yang muncul dari penerapan sistem AI paling canggih. Dengan mengidentifikasi dan mengatasi risiko potensial ini, peserta berupaya memastikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI secara bertanggung jawab di skala global.

Baca juga: Berambisi Jadi Pusat AI Global, Inggris Dapat Akses Prioritas ke Model AI Google dan OpenAI

Pemerintah Inggris menekankan perlunya diskusi mendalam mengenai risiko yang mungkin diperparah atau diperkenalkan oleh sistem AI yang sangat kuat.

Selain itu, Konferensi Tingkat Tinggi ini akan membahas bagaimana pengembangan AI yang aman dapat digunakan untuk kebaikan publik dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Posisi Inggris sebagai Pemimpin dalam Regulasi AI

Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, menempatkan Inggris sebagai pelopor dalam bidang regulasi AI. Dengan posisi kepemimpinan ini, pemerintah Inggris berupaya untuk tidak hanya mendorong diskusi tetapi juga memicu investasi dalam teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.

Matt Clifford dan Jonathan Black, dua tokoh teknologi berpengalaman, telah diberi tanggung jawab untuk memimpin upaya persiapan Konferensi Tingkat Tinggi. Keduanya aktif berinteraksi dengan pemimpin politik, pemangku kepentingan industri AI, dan ahli untuk menyelenggarakan acara yang produktif dan berdampak.

Bletchley Park, yang terletak di wilayah selatan Inggris, telah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi, menekankan pentingnya diskusi yang akan berlangsung.

Baca juga: Exchange Ini Memanfaatkan Teknologi Blockchain untuk Platform Perdagangan Aset Tradisional!

Kebutuhan untuk tata kelola AI yang kohesif mendapat sorotan selama pertemuan para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) pada Mei. Mengakui kebutuhan untuk mengatur AI, para pemimpin G7 setuju untuk memulai diskusi di tingkat menteri.

Proses diskusi ini, yang dikenal sebagai “Proses AI Hiroshima,” menyoroti pengakuan komunitas internasional akan kebutuhan upaya kolaboratif untuk memastikan penggunaan teknologi AI yang bertanggung jawab dan aman.

Dengan mendekati Konferensi Tingkat Tinggi November 2023, antisipasi meningkat di kalangan industri teknologi, akademisi, dan lingkaran politik. Pendekatan multifaset Konferensi Tingkat Tinggi, yang menggabungkan perspektif dari berbagai sektor dan disiplin, menekankan kompleksitas regulasi dan keselamatan AI.

Secara keseluruhan, Konferensi Tingkat Tinggi keselamatan AI global yang akan datang di Inggris bertujuan untuk mengatasi risiko yang terkait dengan sistem AI lanjutan dan mempromosikan pembentukan kerangka kerja regulasi yang komprehensif.

Dengan kepemimpinan dari tokoh-tokoh terkemuka di bidang teknologi dan diplomatik, acara ini diatur untuk memfasilitasi diskusi yang bermakna tentang pengembangan dan penerapan teknologi AI yang bertanggung jawab.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

    Referensi:

    Array