Pemerintah Inggris Berkolaborasi dengan Dell dan Intel untuk Uji Coba Energi Fusi di Metaverse!

author:

Pemerintah Inggris Berkolaborasi dengan Dell dan Intel untuk Uji Coba Energi Fusi di Metaverse!

Otoritas Energi Atom Inggris (UKAEA), bersama dengan Intel, Dell, dan Universitas Cambridge, berencana untuk menguji sistem produksi energi fusi di Metaverse. Mereka dikabarkan akan menggunakan superkomputer dan teknologi AI dengan kemampuan prediktif canggih untuk menciptakan kembaran digital dari desain STEP (Spherical Tokamak for Energy Production).

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dan AI dapat digunakan untuk mempercepat pengembangan energi bebas karbon.

Membangun Kembaran Digital dari Desain STEP

teknologi ai dan superkomputer
NFT Gators

UKAEA dan Cambridge’s Open Zettascale Lab akan membuat simulasi dari prototipe pembangkit listrik fusi STEP. STEP dijadwalkan untuk menciptakan “plasma yang terbakar” pada tahun 2035, dan produksi listrik bersih pada tahun 2040. Proyek ini akan menggunakan GPU Max dari Intel, dan server PowerEdge dari Dell.

Lebih lanjut, simulasi ini akan memungkinkan para insinyur dan ilmuwan untuk menguji dan memperbaiki desain STEP sebelum pembangunan fisik dimulai. Dengan melakukan ini, mereka dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mungkin muncul selama pembangunan, sehingga menghemat waktu dan sumber daya.

Baca juga: Inflection AI Kumpulkan Dana $1,3 Miliar, Dipimpin Microsoft dan Nvidia!

Selain itu, simulasi ini akan memungkinkan para peneliti untuk lebih memahami bagaimana reaktor fusi bekerja dan bagaimana desain mereka dapat ditingkatkan. Ini adalah langkah penting dalam pengembangan energi fusi, yang dapat memberikan sumber energi berkelanjutan yang hampir tak terbatas.

Memanfaatkan Teknologi AI dan Superkomputer

teknologi ai dan superkomputer

Untuk menciptakan kembaran digital dari desain STEP, tim akan menggunakan superkomputer dan teknologi AI dengan kemampuan prediktif canggih. Superkomputer ini akan digunakan untuk menjalankan simulasi yang kompleks dan mendalam dari reaktor fusi, memungkinkan tim untuk memahami bagaimana berbagai komponen dan sistem bekerja bersama.

Teknologi AI, di sisi lain, akan digunakan untuk memprediksi bagaimana reaktor akan berperilaku di bawah berbagai kondisi. Ini akan memungkinkan tim untuk merancang reaktor yang lebih efisien dan tahan lama, dan untuk mengantisipasi dan merencanakan masalah yang mungkin muncul.

Penggunaan teknologi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dan AI dapat mempercepat pengembangan teknologi baru dan kompleks. Dengan memanfaatkan kemampuan ini, tim dapat mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengembangkan reaktor fusi, dan membawa masyarakat lebih dekat ke era energi fusi.

Baca juga: Keren! Bank Terbesar di Jepang Ini Izinkan 45.000 Karyawannya Gunakan Teknologi AI

Energi fusi memiliki potensi untuk memberikan sumber energi berkelanjutan yang hampir tak terbatas, dengan menggabungkan atom-atom ringan menjadi atom yang lebih berat dan melepaskan energi dalam prosesnya. Namun, pembangkit listrik fusi yang berfungsi dan dapat mengirim energi ke jaringan masih beberapa tahun lagi.

Dengan proyek ini, UKAEA, Intel, Dell, dan Universitas Cambridge berharap untuk mempercepat pengembangan energi fusi. Dengan menciptakan kembaran digital dari desain STEP dan menguji berbagai aspeknya dalam simulasi, mereka dapat mengatasi masalah dan tantangan sebelum pembangunan fisik dimulai.

Jika berhasil, ini akan menjadi langkah besar menuju era energi fusi. Dengan energi fusi, masyarakat dapat memiliki sumber energi yang hampir tak terbatas dan berkelanjutan, yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan energi global yang meningkat tanpa merusak lingkungan.

Inisiatif dari UKAEA, Intel, Dell, dan Universitas Cambridge ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dan AI dapat digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi baru dan kompleks. Dengan memanfaatkan teknologi ini, masyarakat dapat membawa era energi fusi lebih dekat dari sebelumnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: