Pertarungan AI Global: Inggris Kucurkan Rp1,9 Triliun untuk Menantang Dominasi AS dan China

author:

Pertarungan AI Global: Inggris Kucurkan Rp1,9 Triliun untuk Menantang Dominasi AS dan China

Dalam upaya untuk memperkuat posisinya dalam perlombaan teknologi AI global, pemerintah Inggris, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Rishi Sunak, berencana menginvestasikan £100 juta atau setara dengan Rp1,9 triliun untuk pembelian ribuan chip komputer yang mendukung kecerdasan buatan. Namun, apakah investasi ini cukup untuk menyaingi pemain besar seperti AS dan China? Simak selengkapnya di bawah, yuk!

Ambisi Inggris: Kucurkan Dana Rp1,9 Triliun Demi AI

inggris berambisi global ai
Sumber: Euractiv

Menurut laporan, pemerintah Inggris berambisi untuk membangun “Sumber Daya Penelitian AI” nasional dengan harapan menjadikan negara tersebut sebagai pusat teknologi AI. Untuk mewujudkan ini, dana sebesar £100 juta (Rp1,9 triliun) akan digunakan untuk membeli komponen kunci dari produsen chip besar seperti Nvidia, AMD, dan Intel.

Baca juga: Optimis Terhadap AI, Inggris Menggelontorkan Dana Rp1,8 Triliun Demi Membentuk Tim Khusus

Meskipun demikian, seorang pejabat yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan bahwa £100 juta yang ditawarkan oleh pemerintah dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan investasi oleh rekan-rekan mereka di EU, AS, dan China.

Pemerintah diketahui sedang dalam tahap lanjutan pemesanan hingga 5.000 unit GPU dari Nvidia, sebuah perusahaan yang awalnya membangun kapasitas pemrosesan untuk permainan komputer tetapi kini menjadi pemain utama dalam perlombaan AI.

Kekhawatiran Industri dan Posisi UK dalam Pasar Global

Meskipun pemerintah Inggris telah mengumumkan rencananya, ada kekhawatiran di kalangan industri dan Whitehall bahwa tindakan pemerintah mungkin terlalu sedikit dan terlambat. Saat ini, UK hanya menyumbang 0,5% dari penjualan semikonduktor global.

Pada Mei 2023 lalu, pemerintah Rishi Sunak mengungkapkan rencana untuk berinvestasi £1 miliar selama 10 tahun dalam penelitian, desain, dan produksi semikonduktor. Namun, langkah ini kalah dibandingkan dengan AS yang menginvestasikan $52 miliar melalui Chips Act dan subsidi EU sebesar €43 miliar.

Dengan investasi yang relatif lemah, UK berisiko tertinggal dalam ketegangan geopolitik yang meningkat mengenai teknologi chip AI.

Baca juga: Meninjau Model AI, Inggris: AI Berpotensi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Visi Sunak untuk UK sebagai Jembatan antara AS dan China

Dalam upayanya untuk memposisikan UK di panggung dunia, Sunak telah mencari regulasi sebagai ruang potensial bagi UK untuk berperan, berupaya meyakinkan mitra internasional bahwa Inggris dapat bertindak sebagai jembatan antara AS dan China dalam isu teknologi.

Sebagai bagian dari dorongan pemerintahannya, UK akan mengadakan sebuah KTT AI pada musim gugur ini dengan tujuan untuk menetapkan beberapa standar bersama untuk teknologi yang dianggap oleh beberapa pihak dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi masa depan umat manusia.

Pada akhirnya, dengan investasi yang signifikan dalam teknologi AI, Inggris berupaya untuk memperkuat posisinya dalam perlombaan global. Namun, dengan tantangan dari pemain besar seperti AS dan China, hanya waktu yang akan menentukan apakah Inggris dapat benar-benar menjadi pemimpin dalam revolusi AI mendatang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: