Inflasi AS Turun ke 3,2%: Gimana Dampaknya Bagi Pasar Crypto?

Inflasi AS Turun ke 3,2%: Gimana Dampaknya Bagi Pasar Crypto?

Pengumuman terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS tentang Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Oktober 2023 menunjukkan penurunan inflasi menjadi 3,2% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,3%. Penurunan ini, yang menandakan perlambatan inflasi, telah memberikan dampak positif pada pasar crypto, khususnya pada harga Bitcoin.

Inflasi AS Melambat, Pasar Crypto Bernapas Lega

Pada 14 November 2023, Data CPI AS yang dirilis menunjukkan bahwa inflasi tahunan naik 3,2%, turun dari 3,7% pada bulan September. Penurunan ini menandakan bahwa langkah agresif Federal Reserve AS dalam menangani inflasi mulai membuahkan hasil. Meskipun inflasi telah melambat, angka tersebut masih berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh bank sentral.

Pasar crypto telah menantikan data CPI ini, karena dapat menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh bank sentral terkait suku bunga. Namun, dengan inflasi yang mulai mereda, ada kemungkinan Federal Reserve akan mengambil sikap yang lebih dovish, mengurangi kekhawatiran pelaku pasar.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Ungkap Bitcoin Sebagai Solusi Terhadap Hyperinflasi!

Bitcoin dan Ethereum Bertahan, Solana Melonjak

Setelah pengumuman CPI, harga Bitcoin dan Ethereum relatif stabil. Bitcoin diperdagangkan di sekitar $36.600, sedangkan Ethereum berada di sekitar $2.000. Meskipun reaksi kedua koin terbesar di pasar crypto terhadap laporan CPI cukup tenang, Solana mencatat kenaikan signifikan, naik 4,7% menjadi $57 dalam satu jam setelah rilis data.

Kenaikan harga Solana menunjukkan bahwa modal di pasar crypto cenderung berpindah dari aset dengan kapitalisasi pasar besar ke yang lebih kecil, mencari risiko yang lebih tinggi. Altcoin seperti Solana, yang memiliki kapitalisasi pasar lebih tinggi relatif terhadap biaya yang dihasilkan, terutama dibandingkan dengan Ethereum, mendapat manfaat dari laporan CPI yang mendukung aset berisiko.

Baca Juga: Alami Inflasi, Kepemilikan Mata Uang Crypto di Turki, Argentina, dan Filipina Melonjak!

Dampak Jangka Panjang pada Pasar Crypto

pengaruh data cpi as terhadap crypto
Sumber: Crypto News

Meskipun Federal Reserve telah menaikkan suku bunga secara agresif selama setahun terakhir untuk mengekang inflasi, keputusan terbaru untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati. Hal ini memberikan sinyal positif bagi pasar crypto, karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan permintaan ekonomi dan bisa mempengaruhi harga aset digital.

Dengan inflasi yang tampaknya telah mereda, namun masih di atas target Fed, pasar crypto mungkin akan melihat lebih banyak stabilitas dan potensi pertumbuhan. Keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga juga menunjukkan bahwa mereka mungkin tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, memberikan lebih banyak ruang bagi pasar crypto untuk berkembang.

Penurunan inflasi AS menjadi 3,2% memberikan dampak positif bagi pasar crypto, terutama dalam mendorong kenaikan harga Bitcoin. Dengan situasi ekonomi yang stabil dan kebijakan moneter yang lebih dovish dari Federal Reserve, pasar crypto mungkin akan menyaksikan lebih banyak pertumbuhan dan stabilitas di masa mendatang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: