India Siapkan Regulasi Baru, Deepfake Kini Dalam Ancaman!

author:

India Siapkan Regulasi Baru, Deepfake Kini Dalam Ancaman!

Pemerintah India sedang mempersiapkan regulasi baru untuk mengawasi deepfake, sebuah teknologi yang mampu menghasilkan video atau audio palsu yang sangat realistis. Regulasi ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi ini.

Regulasi Baru untuk Deepfake

Ashwini Vaishnaw, Menteri Kereta Api, Komunikasi, Elektronik, dan Teknologi Informasi India, mengumumkan pada 23 November 2023 bahwa pemerintah sedang merancang regulasi baru untuk deepfake. Regulasi ini diharapkan dapat selesai dalam beberapa minggu ke depan.

Baca juga: Tom Hanks dan Beberapa Artis Lainnya Berikan Peringatan Terkait AI dan Deepfake

Dalam proses penyusunan regulasi ini, pemerintah akan mempertimbangkan sanksi bagi individu yang mengunggah konten deepfake dan platform media sosial tempat konten tersebut diposting. Regulasi ini muncul di tengah upaya negara-negara di seluruh dunia untuk menetapkan regulasi yang mengatur AI.

Pada Oktober 2023 lalu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menandatangani perintah eksekutif yang mengharuskan pengembang sistem AI yang berpotensi membahayakan keamanan nasional, ekonomi, kesehatan publik, atau keselamatan AS untuk berbagi hasil tes keamanan dengan pemerintah AS sebelum dirilis ke publik.

Deepfake: Ancaman Baru bagi Demokrasi

regulasi deepfake india
Sumber: Shutter Stock

Deepfake telah menjadi ancaman baru bagi demokrasi. Teknologi ini dapat melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi sosial. Oleh karena itu, regulasi baru ini sangat penting untuk melindungi demokrasi dan kepercayaan masyarakat.

Pemerintah India berencana untuk merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan untuk mendeteksi deepfake, mencegah pengunggahan dan penyebaran viral, serta memperkuat mekanisme pelaporan konten semacam itu. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki perlindungan terhadap konten berbahaya yang dihasilkan oleh AI di internet.

Baca juga: Perang Melawan Disinformasi, Pejabat Uni Eropa Minta Konten AI Dilabeli!

Platform Media Sosial Harus Lebih Proaktif

Menurut Vaishnaw, platform media sosial harus lebih proaktif dalam menangani konten deepfake. Kerusakan yang disebabkan oleh konten deepfake dapat terjadi secara instan, dan respons yang sedikit terlambat mungkin tidak efektif. Oleh karena itu, platform media sosial harus dapat mendeteksi dan mencegah penyebaran konten deepfake serta disinformasi secara cepat dan tepat.

Pada akhirnya, regulasi baru ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari dampak negatif deepfake. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aman dan nyaman dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: