Canggih! Humanity Protocol Luncurkan Sistem Pengenalan Telapak Tangan Bertenaga ZKP

author:

Canggih! Humanity Protocol Luncurkan Sistem Pengenalan Telapak Tangan Bertenaga ZKP

Dalam dunia digital yang terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi prioritas utama.

Humanity Protocol, hasil kolaborasi antara Human Institute, Animoca, dan Polygon, telah meluncurkan teknologi pengenalan telapak tangan berbasis Zero-Knowledge Proof (ZKP), menandai langkah besar dalam verifikasi identitas Web3.

Humanity Protocol: Jembatan Menuju Adopsi Web3

Humanity Protocol diluncurkan di testnet kit pengembangan rantai Polygon pada 20 Februari 2024, menawarkan solusi verifikasi identitas yang menjunjung tinggi privasi.

Baca juga: Terobosan Animoca Brands: Revolusi Ekonomi Kreator dan Adopsi Web3 di 2024

Dikembangkan bersama oleh Animoca Brands dan Polygon Labs, protokol ini dirancang untuk menjadi alternatif yang kurang invasif dibandingkan metode verifikasi biometrik lainnya seperti pemindaian iris.

Dengan lebih dari 40.000 pendaftar dalam tiga bulan setelah peluncurannya, Humanity Protocol telah menarik perhatian global. Teknologi ini tidak hanya memperkuat keamanan jaringan melalui penggunaan ZKP tetapi juga memperkenalkan mekanisme konsensus proof-of-humanity untuk validasi identitas.

Teknologi Non-Invasif untuk Privasi Maksimal

Generated by AI

Yat Siu, pendiri bersama dan ketua eksekutif Animoca Brands, menekankan bahwa solusi bukti kepribadian seringkali invasif dan memberatkan pengguna.

Berbeda dengan Humanity Protocol, yang menawarkan pendekatan yang lebih inklusif dan adil bagi pengguna, memungkinkan jutaan orang untuk bergabung dalam ekosistem digital yang terverifikasi, terdesentralisasi, dan menghormati prinsip kepemilikan digital sejati.

Teknologi ZKP yang digunakan dalam Humanity Protocol memungkinkan pengguna untuk membuktikan informasi tertentu kepada pengguna lain tanpa mengungkapkan informasi itu sendiri. Ini membuka jalan bagi adopsi massal teknologi Web3, dengan meningkatkan kepercayaan pengguna dalam era kebocoran data pribadi yang merajalela.

Pengaruh pada Keamanan Data dan Adopsi Web3

adopsi web3 di korea selatan
Sumber: Getty Images

Menurut data dari IT Governance, terdapat 2.814 pelanggaran data yang dilaporkan pada tahun 2023, dengan lebih dari 8,2 miliar dokumen yang diketahui bocor.

Berbeda dengan sistem manajemen data Web2, Humanity Protocol memberikan pengguna kendali penuh atas data mereka, menjanjikan era baru dalam keamanan dan privasi digital.

Baca juga: Worldcoin (WLD): Mata Uang Kripto yang Ingin Memindai Bola Mata Anda!

Nikita Uriupin, pendiri Exverse, berpendapat bahwa kemajuan dalam teknologi yang menjaga privasi seperti ZKP dapat memfasilitasi adopsi massal teknologi Web3. Ini akan membawa lebih banyak kepercayaan bagi pengguna Web2, mengingat era kebocoran data pribadi yang merajalela.

Kasus Penggunaan Baru dan Potensi Inovasi

Sandeep Nailwal, pendiri bersama Polygon, menyatakan bahwa Humanity Protocol akan membuka jalan bagi berbagai kasus penggunaan baru.

Sebagai ekosistem blockchain pertama yang tidak hanya benar-benar tahan terhadap serangan sybil tetapi juga mengintegrasikan kredensial yang dapat diverifikasi ke dalam jaringan validator terdesentralisasi, protokol ini meletakkan dasar bagi berbagai aplikasi blockchain dan dunia nyata yang dapat dibangun di atasnya.

Dengan 40.000 klaim yang terdaftar secara global, dari Nigeria hingga Vietnam, Humanity Protocol telah membuat gelombang di lebih dari 94 negara. Komunitas ini bergerak menuju ekonomi digital yang lebih inklusif, menjanjikan masa depan yang lebih aman dan terverifikasi untuk semua.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: NewsBTC