AI Jadi Senjata Hong Kong Lawan Superbugs dan Overpreskripsi Antibiotik!

author:

AI Jadi Senjata Hong Kong Lawan Superbugs dan Overpreskripsi Antibiotik!

Hong Kong berencana memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melawan peningkatan kasus superbugs dan overpreskripsi antibiotik. Otoritas Rumah Sakit Hong Kong akan meluncurkan program pilot AI pada Januari 2024 untuk mengatasi masalah ini.

AI: Solusi Strategis Melawan Superbugs

Program ini akan dimulai di Rumah Sakit Prince of Wales di Sha Tin dan Rumah Sakit Princess Margaret di Kwai Chung. Dengan mengintegrasikan AI dalam analisis data klinis, sistem ini akan menentukan kebutuhan antibiotik dalam proses pengobatan.

Baca juga: Microsoft dan Google Bersatu untuk Merevolusi AI dalam Dunia Kesehatan!

Implementasi AI ini bertujuan untuk mengurangi overpreskripsi antibiotik yang menjadi penyebab utama meningkatnya organisme yang resisten terhadap obat. Skema pilot ini akan fokus pada satu jenis antibiotik terlebih dahulu, kemudian akan diperluas pada Maret untuk mencakup ruang gawat darurat di 17 rumah sakit umum dan akhirnya mencakup delapan jenis antibiotik berbeda.

Mengerti Lonjakan Superbugs

Dr. Raymond Lai Wai-man, petugas kontrol infeksi utama, mencatat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam pasien yang membawa VRE dan Candida auris. Kenaikan ini sebagian disebabkan oleh pengalihan sumber daya kesehatan untuk melawan pandemi COVID-19 selama beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan penurunan fokus pada organisme yang resisten terhadap banyak obat (MDROs).

“Sejumlah besar bangsal isolasi dialokasikan untuk pasien Covid-19, sehingga menyisakan lebih sedikit bangsal yang tersedia bagi mereka yang terinfeksi MDRO.”

Sementara superbugs umum telah kembali ke level pra-pandemi, VRE dan Candida auris menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Tingkat resistensi antibiotik VRE telah meningkat dari 0,22% pada 2021 menjadi 1,2% pada 2023. Demikian pula, kasus Candida auris telah meningkat tajam, dengan persentase signifikan individu yang terpengaruh mengembangkan infeksi invasif yang menimbulkan risiko kematian tinggi.

Baca juga: India Siapkan Regulasi Baru, Deepfake Kini Dalam Ancaman!

Langkah Proaktif dan Kesadaran Masyarakat

Otoritas Rumah Sakit mengandalkan AI, meningkatkan langkah-langkah kontrol infeksi, dan melakukan skrining untuk Candida auris di antara kelompok berisiko tinggi. Langkah-langkah ini sangat penting dalam mencegah penyebaran superbugs di masyarakat.

Dr. Lai menekankan pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan mematuhi pedoman medis, terutama mengenai penggunaan antibiotik, untuk mengendalikan penularan organisme ini. Masyarakat disarankan untuk rajin menjaga kebersihan tangan dan menghindari berbagi barang pribadi di ruang publik.

Menutup luka dan mengikuti resep dokter dengan ketat adalah langkah tambahan untuk mencegah infeksi.

Secara keseluruhan, sistem kesehatan Hong Kong berada di persimpangan yang kritis, menghadapi tantangan ganda pemulihan dari pandemi COVID-19 dan mengatasi ancaman meningkatnya superbugs.

Integrasi AI dalam pengambilan keputusan klinis mewakili pendekatan baru dalam pertempuran ini. Keberhasilan pendekatan ini dapat menjadi model bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan kesehatan serupa.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: