Melonjak 21%, The Sandbox Memimpin Reli Token Metaverse?

author:

Melonjak 21%, The Sandbox Memimpin Reli Token Metaverse?

Per 8 Februari 2023, pasar crypto kembali terlihat mengalami peningkatan dengan melonjaknya harga beberapa token hingga puluhan persen, tak terkecuali The Sandbox (SAND).

Kira-kira, ada apa dengan harga The Sandbox (SAND) di tanggal 8 Februari 2023? Simak selengkapnya di bawah ini.

Harga The Sandbox Naik 21,90% Dalam Waktu 24 Jam

Sumber: Pintu Market

Pada tanggal 8 Februari 2023, market Pintu mencatat harga The Sandbox (SAND) melonjak hingga 21,90% dalam waktu 24 jam. Pada hari yang sama, SAND sempat menyentuh harga terendahnya di angka Rp10.790, dan harga tertingginya di Rp14.265.

Baca juga: Prediksi Harga Sandbox 2023: SAND Bisa Capai $1 di Februari 2023?

Alasan Dibalik Melonjaknya Harga The Sandbox

Menurut laporan Decrypt (8/2/23), SAND, token asli dari platform game Metaverse The Sandbox, terlihat memimpin pasar crypto setelah melonjak ke level tertinggi sejak tiga bulan lalu, yakni di $0,93 atau setara dengan Rp14.071 pada Rabu (8/2/23) pagi. Tak hanya itu, tercatat dari CoinGecko, SAND juga sempat naik hingga 25% selama 24 jam terakhir.

Meski alasan naiknya pasar crypto secara keseluruhan belum bisa dipastikan, namun melonjaknya harga SAND dilaporkan berkaitan erat dengan kerja samanya bersama Saudi Arabia Digital Government Authority (DGA) atau Otoritas Pemerintah Digital Arab Saudi dalam mengembangkan proyek Metaverse.

Sumber: Twitter

Pada hari Rabu (8/2/23), COO The Sandbox, Sebastien Borget, mengungkapkan kemitraan baru dengan Arab Saudi ini di Twitter beserta membagikan tujuannya untuk bersama-sama mengeksplorasi, memberi saran, dan mendukung satu sama lain dalam aktivasi Metaverse. Tak hanya itu, menurut laporan Crypto News (9/2/23), token SAND juga sudah mendekati jadwal pembukaannya, yakni pada 14 Februari 2023 untuk melepaskan 12% dari pasokan token.

The Sandbox di Tahun 2023

Mengutip dari BeinCrypto (8/2/23), Meski The Sandbox dianggap sebagai salah satu pelopor teknologi Metaverse, The Sandbox menjadi salah satu aset yang terdampak selama bear market crypto.

Terlepas dari hal tersebut, BeinCrypto mencatat bahwa masih ada beberapa statistik bullish untuk The Sandbox dari tahun 2022. Contohnya, lebih dari 300 agensi dan studio sekarang memasukkan merek mereka di The Sandbox, yang mana meningkat 4 kali lipat selama setahun terakhir.

Selanjutnya, terdapat lebih dari 400 merek telah bergabung dengan The Sandbox untuk “memanfaatkan paradigma digital baru untuk mencapai tujuan mereka” dengan membangun merek dalam budaya Web3.

Tak hanya itu, baru-baru ini, raksasa game dan hiburan seperti Atari dan Ubisoft telah membeli lahan virtual yang luas. Secara khusus, Warner Music Group juga telah menjalin kerja sama dengan The Sandbox untuk mengadakan pesta di Metaverse. Baca selanjutnya di Gaet DJ Terkenal di Dunia, The Sandbox dan Warner Music Group Adakan Party di Metaverse.

Menurut laporan, ekosistem The Sandbox akan terus berkembang hingga tahun 2023 dengan menggaet lebih banyak mitra dan meluncurkan konten-konten baru di Metaverse. Di tahun ini, perjanjian dengan Arab Saudi kemarin diprediksikan dapat membawa The Sandbox menjadi lebih baik untuk meluncurkan proyek-proyek Metaverse yang akan datang.

Sementara itu, Crypto News melaporkan bahwa perjanjian The Sandbox dengan DGA Arab Saudi menandakan bahwa semakin banyak organisasi nasional yang mengeksplorasi Metaverse, mengikuti tren perusahaan-perusahaan besar seperti Walmart dan Amazon yang memasuki ruang platform game Metaverse.

Menurut Crunchbase, The Sandbox telah mengumpulkan total pendanaan sebesar $95 juta dalam empat putaran pada tahun 2020 dan 2021.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: