Harga OM Melonjak 30%, Mengapa Harga Mantra Crypto Naik Hari Ini (19/3/24)?

author:

Harga OM Melonjak 30%, Mengapa Harga Mantra Crypto Naik Hari Ini (19/3/24)?

Baru-baru ini, analis crypto Rekt Capital mengeluarkan peringatan tentang potensi “Zona Bahaya” yang akan dihadapi Bitcoin menjelang peristiwa halving pada April 2024.

Dengan harga crypto yang didominasi penurunan hingga 20%, Mantra cryto dengan token OM menarik perhatian pasar karena lonjakan yang lebih dari 30% hari ini (19/3/24).

Kira-kira, apa yang menyebabkan harga OM naik hari ini? Simak lebih lanjut, yuk!

Harga OM Naik 30,82% dalam Waktu 24 Jam

Dilansir dari Pintu market hari ini, harga OM tercatat naik cukup signifikan, yakni 30,82% dalam waktu 24 jam terakhir. OM sempat menyentuh harga terendahnya di Rp9.256 dan harga tertingginya di Rp13.601.

Saat penulisan, market cap Mantra crypto juga alami kenaikan 22,59% menjadi $654 juta, dengan volume perdagangan yang juga melonjak 175,76% menjadi $312 juta dalam waktu 24 jam.

Baca juga: Alami Koreksi Tajam Hingga 50%, Mengapa Harga BOME Turun Hari Ini (19/3/24)?

Lalu, apa yang menyebabkan kenaikan harga Mantra crypto hari ini?

Mantra Crypto Mengejar Kepemilikan Finansial di Hong Kong dan UEA

Baru-baru ini, Mantra crypto mengumumkan peluncuran jaringan uji terbarunya, Hongbai, yang merupakan gabungan dari pengaruh Hong Kong dan Dubai. Ini merupakan langkah signifikan menuju ambisi Mantra untuk menjadi blockchain Layer-1 RWA (Real World Asset) utama dalam ekosistem Cosmos.

Bersamaan dengan itu, Mantra juga sedang mengejar lisensi keuangan penting di Hong Kong dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memfasilitasi tokenisasi Aset Dunia Nyata.

Dengan memperoleh lisensi ini, Mantra akan dapat beroperasi secara legal di wilayah yang ramah crypto ini, memudahkan perusahaan yang tertarik untuk mengeksplorasi manfaat tokenisasi aset.

Dengan tim khusus di Hong Kong dan UEA, Mantra sedang mengembangkan kerangka kerja regulasi dan kepatuhan yang disesuaikan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar ini.

Baca juga: Top 5 RWA Token Terbaik di 2024

Visi John Patrick Mullin untuk Tokenisasi RWA

John Patrick Mullin, CEO Mantra, telah membagikan wawasan tentang masa depan perusahaan, menekankan tujuan untuk menjadi pemimpin global dalam tokenisasi RWA.

Dia menyoroti komitmen Mantra untuk menetapkan standar keamanan, kepatuhan, dan inovasi, menciptakan lingkungan yang mendukung pengembang dan institusi.

Mullin lebih lanjut menekankan pentingnya memperkuat posisi di pasar kunci seperti Hong Kong dan UEA, yang akan berperan penting dalam membentuk dan secara aktif membangun masa depan tokenisasi RWA.

Majukan Desentralisasi Aman dan Jangkauan Global

Strategi lisensi menyeluruh Msntra, dikombinasikan dengan blockchain Layer-1 yang berfokus pada keamanan, akan memastikan kepatuhan ketat terhadap langkah-langkah keamanan, mendorong adopsi platform dan melindungi aset yang ditokenisasi.

Sebagai blockchain Layer-1 RWA pertama yang memenuhi standar regulasi dunia nyata, Mantra siap untuk memfasilitasi tokenisasi berbagai instrumen keuangan tradisional.

Ini termasuk ekuitas swasta, saham yang diperdagangkan di bursa, dan sekuritas yang didukung pemerintah. Dengan fokus pada tantangan fragmentasi likuiditas dan interoperabilitas lintas rantai, Mantra juga berinvestasi dalam infrastruktur yang kuat dan skalabel yang akan mendukung lanskap tokenisasi aset yang lebih aman.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: Mantra Omninverse