Setelah Lakukan Upgrade Shanghai, Bagaimana Dampak dan Kelanjutan Harga ETH?

author:

Setelah Lakukan Upgrade Shanghai, Bagaimana Dampak dan Kelanjutan Harga ETH?

Setelah diantisipasi oleh banyak orang, akhirnya upgrade Ethereum Shanghai telah berlangsung pada 12 April 2023. Sempat tertunda berbulan-bulan, kini validator Ethereum dapat menarik Ether yang mereka staking dan hadiah dari mainnet Ethereum.

Sehabis melakukan peningkatan Shanghai, kira-kira, bagaimana dampak dan kelanjutan harga ETH? Sebelum membahas lebih lanjut, intip harga Ethereum (ETH) hari ini terlebih dahulu, yuk!

Harga ETH Naik 2,74% dalam Waktu 24 Jam

harga ethereum hari ini
Sumber: Market Pintu

Dilansir dari market Pintu, per 13 April 2023, Ethereum (ETH) terlihat naik 2,74% dalam waktu 24 jam. ETH sempat menyentuh harga terendahnya di Rp27.725.898 pada 12 April 2023, dan meraih harga tertingginya Rp28.735.766 pada hari ini.

Sementara itu, CoinMarketCap (13/4/23) mencatat bahwa market cap Ethereum juga mengalami kenaikan 2,55% menjadi Rp3,4 kuadriliun, dengan volume perdagangan Rp163 triliun, tercatat naik 26,87% dalam waktu 24 jam terakhir.

Baca juga: 3 Alasan Harga Ethereum Bisa Capai Rp44 Juta 3 Bulan Lagi? Ini Analisisnya

Harga ETH Cenderung Stabil

Mengutip dari Decrypt (13/4/23), dalam beberapa menit setelah keberhasilan implementasi peningkatan bersejarah Ethereum di Shanghai, harga ETH tidak mengalami perubahan secara signifikan, dan bahkan mengalami kenaikan.

Menurut CoinGecko, harga ETH tercatat tetap stabil dalam beberapa menit setelah peningkatan, dan merangkak naik 0,21% menjadi $1.919,50 atau Rp2.837.596.850 pada saat penulisan.

Meski tidak naik secara signifikan, namun hal ini merupakan sebuah tanda bahwa harga ETH tidak menukik tajam setelah implementasi Shanghai. Pasalnya, para trader seringkali membeli saham atau mata uang crypto untuk mengantisipasi peristiwa besar yang berdampak pada aset tersebut, kemudian menjualnya secara massal setelah peristiwa itu terjadi.

Oleh karenanya, dengan naiknya harga ETH kali ini membuktikan bahwa harga ETH cenderung masih stabil.

Jumlah Validator Ethereum yang Menarik Ether

Menurut laporan Cointelegraph (13/4/23), hard fork Shapella secara resmi telah dilakukan di mainnet Ethereum, yang menandakan bahwa validator Ethereum akhirnya dapat menarik Ether yang mereka pertaruhkan dari Beacon Chain.

Peningkatan yang telah lama ditunggu-tunggu ini dimulai pada 12 April di epoch nomor 194.048. Menurut seorang penjelajah block Etehreum beaconchai.in, dalam satu jam pertama setelah hard fork, total 12.859 Ether dibuka dalam 4.333 penarikan.

Sumber: beaconcha.in

Saat ini, sekitar 44% validator, atau 248.043 dari total 559.549 validator yang aktif, dapat mengajukan penarikan, baik itu sebagian atau seluruhnya. Menurut laporan, mayoritas penarikan saat ini berkisar antara 2,8 atau Rp79 juta hingga 3,2 ETH atau Rp90,5 juta.

Sumber: Nansen

Menurut data dari firma analisis blockchain, Nansen, dari jumlah total Ether yang dapat ditarik, bursa crypto Huobi memegang porsi terbesar yaitu 30%, diikuti oleh organisasi otonom terdesentralisasi PieDAO sebesar 17,7%. Selain itu, data Nansen menunjukkan bahwa sebanyak 284.622 Ether tercatat sedang menunggu penarikan penuh dari 7.948 validator.

Baca juga: Harga Tertinggi Ethereum Capai Rp67,3 Juta Per Koin, ETH Bisa Lampaui Harga ATH di Tahun 2023?

Glassnode: Terdapat Tekanan Jual setelah Peningkatan

3 Alasan Harga Ethereum Bisa Capai Rp44 Juta
Sumber: Coindesk

Selain itu, baru-baru ini, Glassnode, yang biasa menganalisa dan meneliti industri crypto merilis sebuah laporan on-chain yang memperkirakan bahwa setidaknya terdapat $300 juta tekanakan jual setelah upgrade Ethereum Shanghai.

“Kami memperkirakan terdapat total 170 ribu ETH (Rp4,8 triliun) yang dimaksudkan untuk dijual setelah peningkatan Shanghai. Selain itu, kami memproyeksikan bahwa hanya 100 ribu ETH ($ 190 juta) dari total akumulasi hadiah yang akan ditarik dan dijual.”

Mengutip dari Coindesk (12/4/23), Glassnode mengatakan perkiraan tersebut dibuat berdasarkan “pembaruan kredensial penarikan 50%, segmentasi deposan, dan asumsi terkait keyakinan investor, dan profitabilitas” dengan menggunakan perilaku dompet, periode staking, dan keberadaan produk turunan staking likuid, seperti Lido.

Lebih lanjut, bank-bank seperti JPMorgan (JPM) mengatakan bahwa Ether kemungkinan akan menghadapi tekanan jual dari peningkatan Shanghai karena lebih dari satu juta reward staking Ether akan tersedia secara instan minggu ini.

Tidak hanya itu, bank JPM juga mengatakan bahwa mereka memperkirakan Ether akan berkinerja dibawah Bitcoin (BTC) selama beberapa minggu ke depan.

Bagaimana menurut kamu? Setelah mengetahui dampak dan kelanjutan harga Ethereum (ETH) setelah melakukan peningkatan, apakah kamu menjadi penasaran dengan prediksi harga Ethereum (ETH) di bulan April 2023?

Temukan jawabannya melalui artikel Prediksi Harga ETH April 2023: Harga ETH Bisa Segera Tembus Rp30 Juta? Ini Alasannya!


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: