Sudah Masuk Zona ‘Greedy’, Mengapa Harga Bitcoin Masih Turun?

Sudah Masuk Zona ‘Greedy’, Mengapa Harga Bitcoin Masih Turun?

Belakangan ini, Bitcoin dan aset crypto lainnya mengalami penurunan harga yang signifikan, meskipun Fear and Greed Index menunjukkan bahwa investor masih sangat serakah terhadap aset digital. Lantas, apa yang menyebabkan penurunan harga ini?

Rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan datang tampaknya menjadi salah satu faktor yang ditunggu oleh investor sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengaruh rilis data CPI terhadap pasar crypto, serta melihat hubungannya dengan sentimen investor yang tercermin dalam Fear and Greed Index.

Simak berita lengkapnya berikut ini!

Investor Menunggu Rilis Data CPI

cpi the fed
Sumber: Freepik Premium License

Dilansir dari Bitcoinist, rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat terbaru dijadwalkan pekan ini, dan tampaknya investor crypto menunggu sebelum mengambil tindakan. Rilis akan dilakukan pada 10 Mei 2023 dan akan menunjukkan apakah inflasi di negara tersebut meningkat, menurun, atau tetap sama, yang dapat sangat mempengaruhi pasar keuangan.

Data CPI merupakan indikator penting dalam mengukur tekanan inflasi dan mempengaruhi kebijakan suku bunga oleh bank sentral. Jika inflasi meningkat, investor mungkin akan mencari aset yang lebih tahan terhadap penurunan daya beli, seperti Bitcoin dan kripto lainnya.

Sebaliknya, jika inflasi menurun atau stabil, minat terhadap aset alternatif seperti kripto mungkin akan melemah, yang pada akhirnya mempengaruhi harga. Oleh karena itu, investor kripto saat ini cenderung menunggu rilis data CPI untuk menilai arah pasar selanjutnya.

Baca Juga: Setelah PepeCoin dan Turbo, SpongeBob Token Siap Meledak 600x!

Fear & Greed Index Menurun, Namun Masih Tergolong Tinggi

fear and greed index bitcoin 9 mei 2023
Sumber: Fear and Greed Index

Fear and Greed Index Bitcoin masih menunjukkan sentimen bullish yang kuat di antara para investor di pasar karena tren ‘Greedy’ terus berlanjut. Per 8 Mei 2023, sentimen Bitcoin memasuki zona ‘Greed’ dengan skor 60.

Ketika indeks menunjukkan tingkat greed yang tinggi, ini bisa mengindikasikan bahwa investor terlalu optimis, sehingga bisa berujung pada overbought.

Sebaliknya, ketika indeks menunjukkan tingkat fear yang tinggi, pasar cenderung pesimis dan bisa mengakibatkan penjualan berlebihan. Dalam konteks saat ini, meskipun indeks menunjukkan penurunan greed, tingkat greed yang masih tinggi berpotensi menimbulkan volatilitas lebih lanjut di pasar crypto.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Token BRC-20 Sentuh Rp1,7 Triliun, Kini Jadi Haluan Crypto Meme?

Kemungkinan Pembalikan Tren Pasar

Pembalikan tren pasar dari sini bisa mengirim Fear and Greed Index kembali ke arah ‘Greedy Extreme’ lagi. Namun, sementara tingkat greed ini diharapkan di pasar karena lonjakan harga, dikenal juga sebagai penanda puncak reli pasar.

Harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah $28.000 yang setara dengan Rp413.533.400 (kurs $1 = Rp14.700) setelah melampaui $31.000 yang setara dengan Rp457.840.550 (kurs $1 = Rp14.700) bulan lalu. Harga mengalami penurunan 2,97% pada grafik harian yang menurunkan kapitalisasi pasarnya kembali ke $541 miliar. Pertanyaannya, apakah tren pasar akan segera membaik atau justru terus menurun?

Referensi: