Harga Bitcoin Anjlok $1.600 Akibat Data Inflasi AS yang Memanas

Harga Bitcoin Anjlok $1.600 Akibat Data Inflasi AS yang Memanas

Harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan berdampak pada aset-aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Data Inflasi AS yang Memanas

inflasi AS
U.S. Bureau of Labor Statistics

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada bulan Januari naik sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 3,1%, sedikit lebih rendah dari 3,4% pada bulan Desember.

Kenaikan inflasi ini terutama didorong oleh harga tempat tinggal yang lebih tinggi. Indeks harga konsumen (CPI) untuk tempat tinggal naik sebesar 0,6% pada bulan Januari, memberikan kontribusi lebih dari dua pertiga dari kenaikan CPI secara keseluruhan.

Baca Juga: Bitcoin Siap Lampaui Kapitalisasi Pasar Meta, Mungkinkah?

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini mengejutkan pasar dan memicu kekhawatiran terhadap kebijakan The Fed. Sebelumnya, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Maret, namun data inflasi terbaru membuat kemungkinan tersebut menjadi lebih kecil.

Reaksi Pasar terhadap Data Inflasi

Januari 2023: Inflasi Amerika Menurun
Sumber: Freepik

Pasar bereaksi negatif terhadap data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Harga Bitcoin turun sekitar 3,8% pada hari itu, mencapai titik terendah di $48.435 di Bitstamp.

Penurunan harga Bitcoin juga diikuti oleh aset-aset berisiko lainnya, seperti saham teknologi. Indeks Nasdaq Composite ditutup turun 1,2% pada hari itu, sementara indeks S&P 500 turun 0,4%.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pasar memperkirakan ulang kemungkinan The Fed untuk memangkas suku bunga. Menurut CME Group’s FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Maret turun menjadi hanya 8,5% pada saat penulisan, dibandingkan dengan 17,5% pada 12 Februari.

Dampak pada Bitcoin ETF

Meskipun terjadi penurunan harga Bitcoin, aliran masuk ke dalam spot Bitcoin exchange-traded funds (ETF) tetap berlanjut. Namun, hal ini tidak cukup untuk menahan penurunan harga Bitcoin.

Pada saat penulisan, harga Bitcoin masih berada di bawah $49.000. Aliran keluar dari Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) pada hari itu mencapai sekitar 2.400 BTC ($117 juta), menurut data dari perusahaan intelijen crypto Arkham.

Namun, analis pasar Daan Crypto Trades mencatat bahwa tren positif masih terlihat dalam aliran ETF. Aliran ETF sekarang menyerap pasokan BTC sekitar dua belas kali lebih cepat daripada koin baru yang memasuki pasar crypto.

Penutup

Harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan berdampak pada aset-aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Baca Juga: Zcash Tingkatkan Keamanan Pengguna dengan Kolaborasi Berfokus Privasi

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi