Gabungkan Halal Tourism & Metaverse, Pelajar Sukabumi Menang Juara 2 Lomba Esai Nasional!

Gabungkan Halal Tourism & Metaverse, Pelajar Sukabumi Menang Juara 2 Lomba Esai Nasional!

Dilansir dari laman Republika, terdapat 2 orang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Sukabumi yang berprestasi setelah menjuarai lomba esai tingkat nasional. Lomba esai ini digelar di Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada 13 Agustus 2022 yang lalu.

Uniknya, kedua pelajar ini menulis esai mengenai Metaverse! Seperti apakah isi esai mengenai Metaverse tersebut? Berikut adalah berita selengkapnya.

Esai Mengangkat Topik Perkembangan Indonesia dan Global

Esai Mengangkat Topik Perkembangan Indonesia dan Global
BeInCrypto

Dikutip dari Republika, kedua pelajar madrasah tersebut berhasil bersaing dengan sekolah umum lainnya di Indonesia. Kedua pelajar MAN 1 Kota Sukabumi itu bernama Ihsan Ghazali dan Siti Hamidah yang berhasil menjadi juara II dalam Lomba Esai Nasional Paguyuban KSE Universitas Hasanuddin Makassar.

Di sisi lain, juara pertama berhasil dimenangkankan oleh pelajar SMAN 3 Ponorogo dan juara ketiga oleh pelajar dari SMKN 1 Kubu.

Judul esai yang ditulis kedua pelajar ini adalah “Halal Tourism Berbasis Metaverse di Indonesia pada Era Disrupsi”. Kepala Sekolah MAN 1 Kota Sukabumi Badru Tamam mengungkapkan rasa syukurnya setelah dua muridnya berhasil menjadi juara 2 dalam lomba esai nasional tersebut.

Badru menambahkan bahwa perlombaan esai ini akan mendorong kepekaan siswa terhadap perkembangan Indonesia dan global saat ini. Harapannya adalah setelah para siswa lulus pendidikan dari madrasah mereka akan siap bersaing dengan siswa-siswi lainnya.

Teknologi Metaverse Membantu Branding Pariwisata Indonesia

Teknologi Metaverse Membantu Branding Pariwisata Indonesia
Forum TBM

Berdasarkan laporan dari Republika, Viqhi Aswie yang merupakan Guru Pembimbing Esai MAN 1 Kota Sukabumi mengatakan bahwa esai mengenai Metaverse yang dibuat siswanya adalah mengenai perkembangan pariwisata halal (halal tourism). Topik ini diangkat mengingat perkembangan pariwisata tumbuh sangat pesat di dunia dan tak terkecuali di Indonesia.

Viqhi menambahkan bahwa di era modern saat ini branding pariwisata Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satu solusi yang ditawarkan dua pelajar asal Sukabumi ini adalah dengan pemanfaatan teknologi Metaverse yang mengahsilkan pariwisata Metaverse.

Baca Juga: Pemerintah Nigeria Latih 30.000 Warganya Teknologi Blockchain!

Ia juga mengatakan bahwa teknologi Metaverse kini sangat diminati oleh masyarakat global terutama para generasi Z. Melihat pesatnya perkembangan Metaverse di dunia, kedua pelajar asal Sukabumi ini pun kemudian menulis esai mengenai betapa pentingnya memanfaatkan teknologi Metaverse dalam mengembangkan halal tourism di Indonesia.

Menurut Viqhi, dengan memanfaatkan teknologi Metaverse, diharapkan para turis mancanegara dapat merasakan pengalaman berwisata secara virtual di Indonesia dengan kepuasan pengalaman seperti berwisata di dunia nyata.

Pentingnya Pelatihan Teknologi Baru Seperti Metaverse dan Blockchain

Pentingnya Pelatihan Teknologi Baru Seperti Metaverse dan Blockchain
Frekuensinews

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Dasep Hanan Mubarok menanggapi prestasi yang diraih pelajarnya dengan menyampaikan harapan terhadap para pelajar madrasah untuk terus berprestasi di kancah nasional dan internasional sekaligus mempelajari perkembangan terbaru teknologi.

Pelajar yang peka terhadap perkembangan teknologi terbaru seperti Metaverse dan blockchain dinilai dapat membantu menjawab tantangan global yang saat ini alami keterbatasan ahli di bidang blockchain dan teknologi baru lainnya.

Baca Juga: Multiverse Luncurkan Kota Metaverse yang Didukung Pemerintah UEA

Sebelumnya, krisis minimnya tenaga ahli di bidang blockchain sempat terjadi di Vietnam dan membuat pelaku industri blockhchain di Vietnam mendesak pemerintah setempat untuk memerhatikan pelatihan blockchain bagi siswa dan spesialis IT.

Seperti apakah perkembangan teknologi blockchain di Vietnam dan bagaimana pemerintah setempat menanggapi situasi ini? Simak informasi mengenai Minim Ahli Blockchain, Perusahaan di Vietnam Ngadu ke Pemerintah di sini.

Referensi: