Heboh Metaverse Haji, Bagaimana Pelaksanaan dan Aturannya?

author:

Heboh Metaverse Haji, Bagaimana Pelaksanaan dan Aturannya?

Beberapa waktu sebelum meluncurkan klinik di Metaverse, Arab Saudi memiliki proyek untuk mengembangkan Ka’bah, situs suci umat Islam, di dalam Metaverse, yang ramai disebut Haji Metaverse.

Apa itu Haji Metaverse? Simak selengkapnya di bawah ini!

Mengenal Haji Metaverse

Mengenal Haji Metaverse
Sumber: Detik Finance

Dilansir dari CNBC Indonesia (9/2/22), Haji Metaverse adalah sebuah proyek yang diluncurkan oleh Imam Besar Masjidil Haram, yakni Syeikh Abdurrahman Sudais, yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman ritual haji dan umrah secara virtual.

Tidak hanya itu, di dalam Haji Metaverse, umat Islam dikatakan dapat menyentuh Hajar Aswad, sebuah batu suci, tanpa meninggalkan rumah.

Berkolaborasi dengan Universitas Umm al-Qura, Administrasi Urusan Pameran, serta Museum Arab Saudi, rencana membuat virtual reality (VR) Ka’bah Masjidil Haram di Metaverse telah dibicarakan sejak akhir Januari 2022.

Terkait hal ini, salah satu pengembang haji virtual Metaverse mengatakan

“Ada banyak warisan sejarah Islam di wilayah tersebut, seperti Masjid Makkah, yang harus didigitalkan untuk kepentingan semua orang,”

Untuk memberikan pengalaman yang menarik, akan ada sebuah kacamata VR yang dipakai pengguna untuk melihat Ka’bah. Tidak hanya memanjakan mata, Haji Metaverse juga akan menyuguhkan pengalaman dengan indera pendengaran, sentuhan, bahkan bau, mengutip dari CNBC Indonesia.

Kontroversi Ibadah Haji Metaverse

Kontroversi Ibadah Haji Metaverse
Sumber: Parboaboa

Sejak rencana Haji Metaverse tersebar, pro dan konta pun mencuat. Beberapa pandangan dari sebagian orang, khususnya kaum muslim berdatangan.

Salah satu pandangan datang dari Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, seperti yang dikutip oleh laman berita Antara News (12/2/22),

“Jika dilihat dari sisi positif, pengembangan ini memungkinkan jamaah haji dan umroh untuk mengeksplorasi lokasi-lokasi di mana mereka akan melakukan ritual selama ibadah haji dengan mempelajari lokasi Ka’bah yang tepat”

Dengan adanya pengembangan Haji Metaverse yang memperkenalkan Ka’bah, Asrorun menilai bahwa hal ini bermanfaat bagi calon jemaah haji dan umrah untuk mempelajari lokasi dan area suci yang akan dikunjungi sebelum menunaikan ibadah haji secara nyata.

Baca juga: Pertama di Dunia, Uni Emirat Arab Sediakan Zona Bebas Untuk Perusahaan Aset Digital dan Virtual

Dia menambahkan bahwa “teknologi ini akan memungkinkan mereka untuk belajar dengan lebih mudah, karena lokasinya akan divisualisasikan di depan mata mereka.”

Di sisi lain, Lembaga Presiden Urusan Keagamaan Turki menegaskan bahwa melakukan Haji Metaverse tidak dapat dikategorikan sebagai ibadah Haji, karena syariat ibadah tersebut adalah menyentuh lantai Mekkah secara langsung, dilansir dari CNBC Indonesia.

Hal tersebut juga ditanggapi oleh Asrorun yang mengatakan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang tata cara pelaksanaannya sudah ditentukan. Oleh karenanya, ada beberapa ritual yang membutuhkan kehadiran fisik.

Untuk meluruskan kesalahpahaman, seorang pejabat Arab Saudi memberikan klarifikasi bahwa Ka’bah Metaverse ini hanya digunakan sebagai media manasik haji, yang mana menyimulasikan pelaksanaan ibadah haji sesuai urutan tata cara rukun-rukun haji, bukan ibadah haji yang sesungguhnya.


Referensi: