Eksploitasi Keuangan Digital: Bagaimana Grup Lazarus Mencuci $200 Juta dalam Crypto!

Eksploitasi Keuangan Digital: Bagaimana Grup Lazarus Mencuci $200 Juta dalam Crypto!

Jakarta, Pintu News – Grup Lazarus, yang dianggap sebagai salah satu organisasi peretas terkenal yang didukung oleh negara Korea Utara, telah terlibat dalam kegiatan pencucian uang kripto yang mencapai $200 juta sejak tahun 2020 hingga 2023.

Melalui serangkaian peretasan yang canggih, grup ini telah berhasil menghindari deteksi dan meningkatkan kekhawatiran global mengenai keamanan aset digital. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Modus Operandi Grup Lazarus

Grup Lazarus telah teridentifikasi sebagai pelaku di balik beberapa peretasan crypto terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menggunakan kombinasi layanan pencampuran crypto dan pasar peer-to-peer untuk mengkonversi aset digital yang dicuri.

Menurut laporan terbaru dari ZachXBT, seorang peneliti anonim di ranah blockchain, grup ini telah menggunakan nama pengguna seperti “EasyGoatfish351” dan “FairJunco470” di pasar peer-to-peer untuk mengubah crypto menjadi fiat.

Proses pencucian ini melibatkan konversi dana yang dicuri ke dalam stablecoin USDT sebelum ditukar menjadi mata uang fiat dan ditarik. Grup ini diketahui bergantung pada pedagang over-the-counter di Tiongkok untuk konversi crypto ke fiat, menunjukkan jaringan yang kompleks dan luas yang mendukung operasi ilegal mereka.

Baca Juga: Korea Utara Diduga Curi $3 Miliar Aset Kripto untuk Danai Program Nuklir!

Dampak dan Reaksi Global

modus operandi lazarus
Sumber: Akun X ZachXBT

Kegiatan Grup Lazarus telah mempengaruhi ribuan orang di industri crypto, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan lebih dari $3 miliar aset crypto yang dilaporkan dicuri oleh grup ini dalam enam tahun terakhir, ada dorongan kuat untuk peningkatan tindakan keamanan dan regulasi di ruang crypto.

Tindakan keras terhadap pasar gelap dan layanan pencampuran, seperti Tornado Cash yang digunakan oleh grup, juga telah meningkat.

Tanggapan internasional terhadap ancaman ini termasuk sanksi dan pemantauan yang lebih ketat terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Korea Utara. Penyelidikan yang dilakukan oleh badan-badan seperti FBI dan lembaga keuangan internasional menyoroti pentingnya kerjasama lintas negara dalam memerangi kejahatan cyber.

Baca Jguga: Korea Utara Raih Rekor Jumlah Pencurian Crypto Tertinggi di Tahun 2022 Menurut Laporan PBB

Masa Depan Keamanan Crypto

Sebagai hasil dari kegiatan pencucian uang yang dilakukan oleh Grup Lazarus, industri crypto sedang mendorong implementasi protokol keamanan yang lebih ketat dan teknologi pendeteksi penipuan yang lebih canggih.

Kejadian ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk transparansi yang lebih besar dan pengawasan regulasi dalam transaksi crypto untuk mencegah penyalahgunaan aset digital oleh aktor negara dan kejahatan terorganisir.

Kesimpulan

Kegiatan Grup Lazarus telah menimbulkan keprihatinan serius mengenai keamanan aset digital dan integritas pasar keuangan global. Dengan kerugian yang signifikan dan metode pencucian yang canggih, penting bagi komunitas global untuk mengambil langkah proaktif dalam melindungi aset digital dan mencegah kegiatan ilegal di masa depan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: