Google Luncurkan SynthID: Watermark Tak Terlihat untuk Gambar AI!

Google Luncurkan SynthID: Watermark Tak Terlihat untuk Gambar AI!

Dalam upaya untuk memerangi penyebaran informasi palsu, Google baru-baru ini memperkenalkan teknologi watermark yang tak terlihat dan permanen pada gambar, yang akan mengidentifikasi gambar tersebut sebagai hasil generasi komputer.

Teknologi ini, yang dikenal dengan nama SynthID, menandai era baru dalam mengidentifikasi dan memverifikasi keaslian konten digital. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Teknologi SynthID dan Fungsinya

Dilansir dari Coingeek, SynthID, yang diperkenalkan oleh Google, mengintegrasikan watermark langsung ke dalam gambar yang dihasilkan oleh Imagen, salah satu generator teks ke gambar terbaru dari Google.

Keunikan dari watermark ini adalah kemampuannya untuk tetap ada meskipun gambar tersebut mengalami modifikasi, seperti penambahan filter atau perubahan warna.

Selain itu, alat SynthID juga dapat memindai gambar yang masuk dan mengidentifikasi kemungkinan gambar tersebut dibuat oleh Imagen dengan memeriksa watermark.

Baca Juga: Game NFT Resmi Diizinkan di Google Play Store, Ini Kebijakan Barunya!

Tantangan Deepfake dan Foto yang Dimodifikasi

Seiring perkembangan teknologi deepfake dan gambar serta video yang diedit menjadi semakin realistis, perusahaan teknologi berlomba-lomba untuk menemukan cara yang dapat diandalkan untuk mengidentifikasi dan menandai konten yang dimanipulasi.

Dengan peluncuran SynthID, Google bergabung dengan sejumlah startup dan perusahaan teknologi besar lainnya yang berupaya menemukan solusi. Tujuannya adalah untuk melindungi persepsi kita tentang apa yang nyata dan apa yang tidak.

Baca Juga: AI Bisa Mempercepat Waktu Peluncuran Startup Web3? Ini Kata Direktur Google Cloud!

Upaya Pelacakan Asal Konten

pelacakan konten dengan synthid
Sumber: The Next Tech

Koalisi untuk Asal Usul Konten dan Keaslian (C2PA), konsorsium yang didukung oleh Adobe, telah menjadi pemimpin dalam upaya watermark digital. Sementara itu, Google telah mengembangkan pendekatan sendiri.

Pada Mei, Google mengumumkan alat yang disebut “About this image”, yang memberikan pengguna kemampuan untuk melihat kapan gambar yang ditemukan di situsnya pertama kali diindeks oleh Google dan di mana gambar tersebut mungkin pertama kali muncul.

Dengan peluncuran SynthID, Google menunjukkan komitmennya untuk memastikan keaslian konten di era digital yang penuh dengan manipulasi. Meskipun teknologi ini menjanjikan, tantangan yang dihadapi oleh dunia digital dalam menghadapi deepfakes dan konten palsu memerlukan solusi yang terus berkembang dan adaptif.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: