Google dan Apple Bersih-Bersih Aplikasi Crypto di India, Apa yang Terjadi?

Google dan Apple Bersih-Bersih Aplikasi Crypto di India, Apa yang Terjadi?

Dalam langkah besar yang mencerminkan peningkatan pengawasan terhadap operasi cryptocurrency, Google telah menghapus sejumlah aplikasi terkait crypto dari Play Store di India.

Langkah ini mengikuti jejak Apple yang sebelumnya telah melakukan hal serupa, menarik aplikasi bursa crypto besar dari App Store-nya di negara tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengguna di India?

Langkah Keras Pemerintah India

Pemerintah India melalui Kementerian Keuangan telah mengirimkan peringatan kepada sembilan penyedia layanan aset digital virtual (VDA) bulan lalu. Mereka dituduh melanggar regulasi anti pencucian uang yang berlaku di negara tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Teknologi Informasi diminta untuk memblokir URL dari situs-situs bursa tersebut. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (Meity) India telah melaksanakan penghapusan aplikasi ini pada tanggal 28 Desember, setelah pemberitahuan untuk menunjukkan alasan dikeluarkan.

Baca Juga: Bursa Crypto Gemini Kucurkan Dana $24 Juta untuk Mendominasi Pasar India

Google, mengikuti kebijakan internalnya, telah menghapus aplikasi-aplikasi tersebut sebagai bagian dari inisiatif untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kebijakannya. Binance, salah satu bursa yang terkena dampak, telah menanggapi penghapusan aplikasinya dengan menegaskan bahwa dana pengguna tetap aman.

Kepatuhan Terhadap Regulasi Lokal

47 negara bersatu adopsi kerang kerja crypto

Kementerian Keuangan India menegaskan bahwa semua penyedia layanan VDA, baik yang beroperasi di dalam maupun luar negeri, harus terdaftar di Unit Intelijen Keuangan (FIU) India. Mereka juga harus mematuhi Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA), 2002.

FIU berperan penting dalam mengidentifikasi dan menyampaikan informasi mengenai transaksi keuangan yang mencurigakan. FIU telah mengangkat kekhawatiran tentang kemungkinan penyalahgunaan aplikasi crypto dalam skema pencucian uang.

Sebagai respons, aplikasi-aplikasi yang terkena dampak termasuk Binance, Kucoin, Houbi, Kraken, Gate.io, Bittrex, Bitstamp, MEXC Global, dan Bitfinex. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan layanan perdagangan crypto, manajemen portofolio, dan pelacakan harga.

Dengan meningkatnya signifikansi platform ini, lembaga pengatur semakin waspada untuk memastikan kepatuhan dan mencegah penyalahgunaan.

Paragraf Penutup

Penghapusan aplikasi-aplikasi crypto dari Google dan Apple App Store menegaskan kesediaan raksasa teknologi untuk mematuhi kekhawatiran otoritas.

Langkah ini, sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk membatasi akses ke aplikasi dan URL tersebut, menyoroti pentingnya bagi perusahaan yang bergerak dalam aset digital virtual untuk mematuhi regulasi crypto lokal dan secara proaktif menangani aktivitas ilegal.

Baca Juga: Pemerintah India Siapkan Aturan Crypto di Tengah Ajang G20

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi