AI Generatif ChatGPT: Menjegal Atau Merintis Masa Depan Kerja Profesional?

AI Generatif ChatGPT: Menjegal Atau Merintis Masa Depan Kerja Profesional?

AI generatif semakin menemukan tempatnya di dunia yang semakin digital.

Teknologi ini sudah ada dalam radar kita selama lebih dari satu dekade, dan dampaknya mulai terasa di berbagai sektor.

Peran AI Generatif yang Muncul dalam Lanskap Profesional

AI generatif memiliki janji unik – untuk mendemokratisasi akses ke keahlian tingkat tinggi.

Dalam dunia profesional, berbagai masukan khusus mengenai pengembangan bisnis sering kali identik dengan harga yang mahal.

Baca Juga: ChatGPT Beri Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum dan Solana di 2023

Hal ini yang kemudian membuat berbagai sistem tradisional di sektor kesehatan, keadilan, dan pendidikan sering kali kurang memadai.

Namun meskipun demikian, teknologi ini mencoba menawarkan cahaya harapan bagi dunia profesional.

AI Generatif dalam Bisnis

strategi bisnis adalah
Unsplash

Dalam dunia bisnis, banyak pemimpin bisnis mulai lebih serius melihat AI generatif.

Sebuah studi oleh peneliti MIT menunjukkan bahwa tugas-tugas pekerja kantoran seperti menulis email perusahaan atau merancang siaran pers mengalami peningkatan produktivitas hampir 40% dengan ChatGPT.

Namun, bukan berarti AI ini tradisional; jangkauannya jauh melampaui batasan tugas-tugas rutin atau biasa.

AI saat ini membantah kesalahpahaman bahwa pemikiran buatan adalah prasyarat untuk tugas-tugas yang memerlukan kreativitas atau penilaian.

Beberapa profesional merasa terancam dengan otomatisasi peran mereka yang segera datang, sementara yang lain merasa bersemangat dengan potensi yang dibawa oleh AI generatif.

Meski demikian, banyak profesional berpendapat bahwa AI akan tetap terbatas pada tugas-tugas rutin, dan berkeras bahwa kompleksitas peran mereka memerlukan sentuhan pribadi dari seorang ahli manusia.

Baca Juga: OpenAI ChatGPT Tambahkan Fitur Baru, Jadi Saingan Google Bard dan Microsoft Bing?

Profesional perlu beradaptasi, dan pendidik perlu mengarahkan pengajaran mereka ke keterampilan yang akan penting di masa depan yang didominasi oleh AI.

Kemampuan yang dibutuhkan bukan lagi hanya berbasis pengetahuan tradisional, tetapi termasuk ilmu data, berpikir desain, manajemen risiko, dan rekayasa pengetahuan.

Perusahaan yang bergantung pada model bisnis tradisional perlu memikirkan kembali strategi mereka.

Alih-alih bergantung pada membangun tim profesional tradisional yang lebih besar, mereka harus beralih ke pengembangan dan pemanfaatan aplikasi AI generatif untuk memberikan solusi yang lebih efektif dan efisien bagi klien mereka.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: