Geger di Pasar Crypto: ‘Bug’ Bitcoin Berpotensi Mengakhiri Era Ordinals, Harga ORDI Terpuruk!

Geger di Pasar Crypto: ‘Bug’ Bitcoin Berpotensi Mengakhiri Era Ordinals, Harga ORDI Terpuruk!

Dunia crypto dikejutkan oleh pernyataan dari Luke Dashjr, seorang pengembang Bitcoin yang dihormati, yang menyatakan bahwa fenomena Ordinals dan aset digital ORDI tidak lebih dari eksploitasi celah keamanan di dalam jaringan Bitcoin. Klaim ini seketika mengguncang pasar, dengan nilai ORDI sempat merosot tajam hingga di bawah $50. Bagaimanakah sebenarnya situasi yang terjadi, dan apa yang akan terjadi pada masa depan Ordinals di dalam ekosistem Bitcoin?

Ordinals di Bitcoin: Celah atau Inovasi?

Pengembang Bitcoin yang berpengaruh, Luke Dashjr, menyatakan bahwa Ordinals, yang serupa dengan Non-Fungible Tokens (NFT) dan terpatri pada satoshi, sejatinya merupakan pemanfaatan celah pada Bitcoin Core. Ia menyebutnya sebagai ‘bug’ yang perlu diatasi. Dashjr menjelaskan bahwa sejak 2013, Bitcoin Core telah memberikan opsi kepada pengguna untuk membatasi ukuran data tambahan dalam transaksi yang mereka proses atau tambang melalui pengaturan `-datacarriersize`

Namun, dengan menyembunyikan data sebagai bagian dari kode program, Inscriptions berhasil melewati pembatasan tersebut. Kontroversi ini memicu diskusi hangat di antara komunitas, dengan sebagian menganggapnya sebagai ancaman terhadap Bitcoin yang bisa membebani blockchain dengan data yang tidak perlu.

Di sisi lain, ada pula yang memandangnya sebagai perkembangan alami dari jaringan. Data terkini dari mempool menunjukkan adanya lebih dari 270.000 transaksi yang masih menunggu konfirmasi, menandakan pengaruh yang besar dari keberadaan Ordinals di jaringan.

Baca Juga: Harga BONK Melonjak Tajam, Siapakah Raja Meme Coin Selanjutnya?

Dampak pada Trader dan Pemulihan Harga ORDI

harga crypto ordinals (ordi)
Sumber: CCN

Komentar Dashjr langsung berimbas pada pasar, dengan nilai ORDI yang terkait dengan Bitcoin Ordinals sempat anjlok di bawah $50. Namun, nilai tersebut berhasil bangkit kembali menjadi $51,49, berdasarkan data dari CryptoSlate. CoinGlass melaporkan bahwa penurunan nilai ini mengakibatkan kerugian hampir $5 juta bagi para trader yang mengambil posisi long dalam empat jam terakhir.

Meski mengalami penurunan, ORDI masih menunjukkan performa yang luar biasa dengan kenaikan lebih dari 2.000% dari harga terendahnya yang pernah tercatat pada 11 September seharga $2,86. Lonjakan ini mencerminkan ketertarikan pasar yang tinggi terhadap aset digital ini, meskipun terdapat kekhawatiran dari beberapa pengembang Bitcoin.

Baca Juga: 3 Crypto yang Bakal Meroket 2024, Ada Koin Favoritmu?

Prospek Ordinals di Bitcoin

Dashjr memberikan indikasi bahwa masa Ordinals bisa jadi akan berakhir jika ‘bug’ tersebut berhasil diatasi. Ia menyebutkan bahwa celah tersebut telah diperbaiki di Bitcoin Knots versi 25.1, namun Bitcoin Core masih terbuka terhadap kerentanan tersebut di rilis yang akan datang, versi 26. Dashjr berharap masalah ini akan terselesaikan sebelum versi 27 dirilis tahun depan. Beberapa anggota komunitas menolak pandangan ini, menganggap langkah tersebut sebagai sensor terhadap jaringan.

Trevor Owens, seorang investor modal ventura yang fokus pada startup Bitcoin, menegaskan bahwa inscriptions akan terus ada selama ada permintaan dari pasar dan penambang yang bersedia untuk memprosesnya. Hal ini menandakan bahwa diskusi mengenai Ordinals dan masa depannya di Bitcoin masih akan berlanjut.

Dengan adanya pernyataan yang memicu kontroversi dari pengembang inti dan respons pasar yang tidak menentu, nasib Ordinals di Bitcoin menjadi topik yang hangat dan terus diawasi. Apakah ini akan menjadi momen krusial bagi Bitcoin atau hanya tantangan sementara?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: