Lonjakan Gas Fee di Polygon Capai 1000% Akibat Demam Token POLS!

Lonjakan Gas Fee di Polygon Capai 1000% Akibat Demam Token POLS!

Dalam ranah crypto, tak ada yang bisa dipastikan. Sebagai contoh terbaru, Polygon, sebuah jaringan layer-2 Ethereum, baru saja mengalami kenaikan gas fee hingga 1000% yang dipicu oleh demam token POLS yang terinspirasi dari Ordinals. Gas fee di jaringan ini sempat mencapai puncaknya di angka $0,10. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Demam Token POLS

token pols
POLS menyebabkan lebih dari $86 juta MATIC digunakan sebagai gas fee. Sumber: Dune Analytics

Token POLS, yang mendapatkan inspirasi dari Ordinals, menjadi pemicu utama peningkatan aktivitas di jaringan Polygon. Token ini dibuat berdasarkan protokol yang dikenal sebagai PRC-20, yang berfungsi serupa dengan standar token BRC-20 dari Bitcoin Ordinals.

Data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa aktivitas pencetakan token POLS berbarengan dengan penggunaan lebih dari 102 juta token MATIC—dengan nilai $86 juta pada harga saat ini—sebagai gas fee.

Berdasarkan data dari penyedia data Ethereum Virtual Machine (EVM), hanya 8,7% dari total pasokan POLS yang telah dicetak, dengan lebih dari 18.100 pemilik yang mengklaim token tersebut. Saat berita ini diterbitkan, gas fee Polygon telah kembali ke level normal, berada di sekitar 882 gwei.

Baca Juga: Polygon 2.0: Transformasi dari MATIC ke POL Tawarkan Masa Depan Skalabilitas Internet

Gas Fee dan Dampaknya

gas fee polygon
Sumber: Akun X Sandeep Nailwal

Gas fee adalah ukuran dari jumlah usaha komputasi yang diperlukan untuk melakukan transaksi di blockchain tertentu, dengan 1 gwei setara dengan sekitar 0,000000001 MATIC. Jaringan Bitcoin juga mengalami peningkatan aktivitas serupa, meski dalam jangka waktu yang lebih panjang, pada Mei tahun ini setelah peluncuran protokol Ordinals yang memungkinkan pengguna untuk mencetak NFT langsung ke blockchain Bitcoin.

Demam NFT Ordinals dan token BRC-20 membuat biaya Bitcoin mencapai level tertinggi sejak April 2021, suatu perkembangan yang membuat para Bitcoiners tradisional seperti Samson Mow dan Adam Back mengkritik protokol NFT dan standar token sebagai pemborosan.

Meskipun demam token POLS telah mereda dan gas fee Polygon telah kembali normal, peristiwa ini menunjukkan bahwa dunia crypto selalu penuh dengan kejutan. Namun, ini juga memberikan pelajaran penting bagi pengguna jaringan tentang bagaimana aktivitas pencetakan token dapat berdampak signifikan pada biaya transaksi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: