FIFA Debut Game AI Sepak Bola 4v4, Karakternya Bakal Dicetak Jadi NFT!

FIFA Debut Game AI Sepak Bola 4v4, Karakternya Bakal Dicetak Jadi NFT!

Selasa, 4 April 2023, FIFA resmi meluncurkan versi beta dari World Cup AI League, sebuah game strategi sepak bola 4v4 yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk karakter, kosmetik, dan elemen-elemen permainannya.

Seperti apa game yang diluncurkan oleh FIFA tersebut? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Seperti Apa Game AI League FIFA Versi Beta?

Dikembangkan oleh studio game Altered State Machine, AI League digambarkan sebagai permainan sepak bola kasual 4v4, yang dimainkan antara karakter yang dikendalikan oleh AI.

Pemain bertindak sebagai pelatih dan pemilik tim AI mereka, dengan setiap pemain AI diberikan sifat AI unik yang menentukan kekuatan dan kelemahan mereka. Para pemain dapat mengumpulkan dan menukar karakter untuk membuat tim dengan kombinasi bakat favorit.

Baca Juga: 5 Game NFT Terbaru Ini Masih Populer di 2023?

“Tim kami telah bekerja tanpa henti untuk mencapai peluncuran Open Beta AI League. Kami tidak sabar menunggu game ini sampai ke tangan lebih banyak pemain, dan kami berharap mereka menikmati permainan ini seperti halnya kami menikmati proses pembuatannya,” kata Aaron McDonald, salah satu pendiri Altered State Machine dan salah satu founder dan CEO Futureverse.

“Misi kami adalah membawa para gamer kasual ke dalam dunia game AI di Metaverse, dan dengan AI League FIFA, kami membuka peluang baru yang unik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia untuk berinteraksi dengan olahraga favorit mereka,” tambahnya.

Karakter Game Akan Dicetak Menjadi NFT

karakter game nft
Sumber: AI League

Meskipun AI League adalah game yang dapat dimainkan secara gratis, perwakilan Altered State mengonfirmasi kepada Decrypt bahwa mereka berencana untuk meluncurkan NFT marketplace untuk game tersebut dalam waktu dekat.

Saat debutnya, karakter game akan dicetak menjadi NFT dan semua karakter akan diwakili melalui NFT di masa mendatang.

AI League saat ini menawarkan mata uang dalam game bagi pengguna untuk membeli perangkat tambahan kosmetik bagi para pemainnya, tetapi mata uang tersebut bukanlah cryptocurrency, sebagian karena adanya pembatasan Apple dan Google seputar trading crypto.

Baca Juga: Integrasikan Teknologi AI, NFT Gaming Company Buat Pengalaman Main Game Web3 Baru

Perwakilan tersebut mengatakan bahwa penerapan NFT akan dilakukan kemudian karena perusahaan ingin pengalaman pengguna terasa mulus, dan tidak ingin pemain terlalu fokus atau terganggu oleh elemen NFT.

Ini adalah strategi yang menjadi lebih umum di industri Web3 di tengah kritik dari para gamer, yang membuat beberapa pengembang meluncurkan game dalam bentuk “Web2” tradisional terlebih dahulu tanpa elemen NFT atau crypto.

Referensi: