Pertama Kali! Gala Games Luncurkan Serial Anime Berbasis NFT, Seperti Apa?

author:

Pertama Kali! Gala Games Luncurkan Serial Anime Berbasis NFT, Seperti Apa?

Rosario Dawson dan Tony Revolori, aktris serta aktor kenamaan Hollywood, dikabarkan telah ditetapkan untuk membintangi serial anime berbasis NFT (non-fungible token) pertama, ‘Ghosts of Ruin’.

Menurut laporan Decrypt (10/5/23), serial ini akan didukung oleh Gala Games, platform gaming blockchain, dan menandai titik balik penting dalam cara produksi dan konsumsi konten multimedia.

Rosario Dawson dan Tony Revolori, Bintang dalam Serial Anime NFT

rosario dawson nft gala games
The Sun

Rosario Dawson dan Tony Revolori, dua aktor Hollywood yang sudah tidak asing lagi, telah dikonfirmasi akan membintangi ‘Ghosts of Ruin’, serial anime berbasis NFT pertama.

‘Ghosts of Ruin’ sendiri adalah sebuah serial anime yang menggabungkan elemen-elemen klasik dari genre fantasi dan sci-fi. Ceritanya berfokus pada sekelompok pahlawan yang berjuang melawan kekuatan jahat dalam sebuah dunia dystopian. Kedua aktor ini akan membawa bakat dan pengalaman mereka ke dalam proyek ini, dengan harapan menambah kedalaman dan nuansa emosional yang lebih kuat ke dalam karakter yang mereka perankan.

Menariknya, keikutsertaan Dawson dan Revolori dalam proyek ini tidak hanya menunjukkan ketertarikan mereka terhadap teknologi blockchain dan NFT, tetapi juga memperkuat posisi NFT sebagai teknologi yang berpotensi mengubah dunia hiburan.

Baca juga: Rangkul Gala, Aktor dan Sutradara Film Ini Siap Bikin Serial Mirip Black Mirror di Web3!

Serial Anime Berbasis NFT

Gala Games, platform yang mendukung serial ini, adalah pemimpin dalam industri gaming berbasis blockchain. Mereka percaya bahwa pemain harus memiliki kendali penuh atas aset digital mereka, dan dengan itu, mereka menciptakan ekosistem di mana pemain dapat memperoleh, memiliki, dan menjual aset dalam game sebagai NFT.

Serial ‘Ghosts of Ruin’ menandai langkah baru bagi Gala Games dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk produksi konten multimedia.

Mengutip laporan Decypt, episode perdana Ghosts of Ruin akan memulai debutnya di platform Gala pada bulan Agustus 2023. Pada awalnya, seri ini hanya dapat diakses oleh pemegang NFT khusus yang dijual untuk mendanai produksi acara tersebut.

NFT, yang diatur dalam empat tingkatan, menawarkan berbagai tingkat akses imersif ke serial ini. Tingkat paling dasar, “The Coder,” menawarkan akses ke acara tersebut, konten eksklusif terkait, dan barang koleksi digital lainnya dengan token GALA senilai $250 atau Rp3,6 juta.

Tingkat NFT yang paling langka, “The Board Member,” memungkinkan pemegangnya untuk terlibat langsung dalam produksi acara sebagai karakter atau kontributor. 45 dari tiket tersebut dijual masing-masing seharga GALA senilai $2.500 atau Rp36 juta.

NFT Membentuk Masa Depan Industri Hiburan

Volume Perdagangan NFT Metaverse

Tidak diragukan lagi, NFT telah membentuk cara baru dalam memproduksi dan mengkonsumsi konten. Dengan ‘Ghosts of Ruin’, Gala Games membuktikan bahwa NFT dapat digunakan tidak hanya untuk aset digital seperti karya seni atau item dalam game, tetapi juga untuk produksi konten multimedia seperti serial televisi.

“Penting bagi kami untuk mendukung proyek ini. Kami percaya pada genre, pendekatan tim, dan serial ini merupakan perpaduan sempurna antara penceritaan yang tepat waktu dengan bakat artistik tingkat tinggi,” kata CEO Gala Film Sara Buxton dalam sebuah pernyataan.

Tidak hanya itu, Buxton juga menambahkan bahwa elemen-elemen Web3 akan “memberikan pengalaman yang lebih bermanfaat” bagi semua yang terlibat melalui kepemilikan dan manfaat digital.

Baca juga: Prediksi Harga Gala 2023, 2025, 2030: GALA Berpotensi Meroket Hingga 2191%?

Mengutip Decrypt, proyek ini adalah langkah besar bagi industri hiburan, dan dapat membuka jalan bagi lebih banyak produksi berbasis NFT di masa depan.

Serial anime berbasis NFT, ‘Ghosts of Ruin’, membawa revolusi dalam industri hiburan. Dengan bintang seperti Rosario Dawson dan Tony Revolori, dan didukung oleh Gala Games, serial ini menjanjikan untuk menjadi titik balik dalam cara kita memproduksi dan mengkonsumsi konten.


Referensi: