Hacker FTX Gunakan Sidang SBF Sebagai Tameng? Ini Klaim Firma Analisis

Hacker FTX Gunakan Sidang SBF Sebagai Tameng? Ini Klaim Firma Analisis

Dalam dunia yang semakin digital, kejahatan cyber semakin merajalela. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah hacker FTX yang belum teridentifikasi.

Menurut direktur operasi keamanan CertiK, Hugh Brooks, pelaku yang mencuri lebih dari $400 juta dari FTX dan FTX.US pada November lalu, tampaknya menggunakan sidang Sam Bankman-Fried (SBF) sebagai selimut untuk menyembunyikan aktivitas ilegalnya.

SBF Trial Sebagai Selimut

Hanya beberapa hari sebelum sidang SBF dimulai, hacker FTX, yang dikenal sebagai “FTX Drainer,” mulai memindahkan jutaan Ether (ETH) yang mereka peroleh dari serangan November. “

Baca Juga: Serangan Siber Hantam FTX! Apa yang Harus Kamu Ketahui & Bagaimana Tanggapan FTX?

Dengan dimulainya sidang FTX dan perhatian publik serta liputan media yang diterimanya, individu yang bertanggung jawab atas pengurasan dana mungkin merasa semakin mendesak untuk menyembunyikan asetnya,” kata Brooks. Dalam 3 hari terakhir, hacker tersebut mentransfer sekitar 15.000 ETH (sekitar $24 juta) ke tiga alamat dompet baru.

Perubahan Metode Hacker

ftx rencanakan restrukturisasi
Sumber: Reuters

Brooks menjelaskan bahwa hacker tampaknya telah mengubah metodenya untuk menyamarkan dana. Pada November 2021, hacker FTX terlihat mencoba mencuci uang dengan menggunakan metode “peel chain”, yang melibatkan pengiriman jumlah dana yang berkurang ke dompet baru dan “mengupas” jumlah yang lebih kecil ke dompet baru.

Namun, baru-baru ini, hacker telah menggunakan metode yang lebih canggih untuk menyamarkan transfer aset ilegal tersebut.

Dana yang disimpan di dompet Bitcoin asli didistribusikan melalui beberapa dompet, mentransfer divisi dana yang lebih kecil ke serangkaian dompet tambahan, taktik yang “secara signifikan memperpanjang” proses pelacakan.

Penutup

Meski demikian, Brooks mengatakan mereka belum dapat mengidentifikasi individu atau kelompok yang mungkin berada di balik perampokan FTX dan bahwa penyelidikan masih berlanjut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kejahatan cyber adalah ancaman nyata di era digital ini, dan kita harus selalu waspada dan melindungi aset digital kita.

Baca Juga: Harga Token FTX Turun 72,52% Dalam 24 Jam, Cek Berita Lengkapnya!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi