FTX Bangkrut: Tim Hukum Raup Untung, Korban Gigit Jari!

FTX Bangkrut: Tim Hukum Raup Untung, Korban Gigit Jari!

Crypto exchange FTX yang bangkrut pada November 2022 lalu kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena aset kripto yang hilang atau nasib para investor yang terkatung-katung, melainkan karena tim hukum FTX yang diduga meraup untung besar dari proses kebangkrutan.

Mantan pejabat Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), John Reed Stark, bahkan menyebut rencana reorganisasi FTX sebagai “perampokan jalan raya terhadap perampok jalan raya.” Simak berita lengkapnya berikut ini!

Tim Hukum FTX Raup Untung Ratusan Juta Dolar

tim hukum ftx
Sumber: Akun X John Reed Stark

Tim hukum FTX, yang dipimpin oleh firma hukum Sullivan & Cromwell, telah menagih biaya lebih dari $200 juta sejak November 2022 hingga Juni 2023. Biaya ini dianggap wajar oleh pemeriksa biaya yang ditunjuk pengadilan, Katherine Stadler.

Namun, dalam laporan terbarunya, Stadler mengungkapkan bahwa biaya hukum FTX melonjak menjadi sekitar $53.000 per jam pada kuartal yang berakhir 31 Oktober 2023.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa tim hukum FTX menagih setidaknya $118,1 juta dari 1 Agustus hingga 31 Oktober 2023. Ini berarti, rata-rata biaya hukum FTX mencapai $1,3 juta per hari atau $53.300 per jam selama 92 hari.

Baca Juga: Serangan Siber Hantam FTX! Apa yang Harus Kamu Ketahui & Bagaimana Tanggapan FTX?

Rencana Reorganisasi FTX Diragukan

ftx rencanakan restrukturisasi
Sumber: Reuters

Di tengah kontroversi biaya hukum yang tinggi, rencana reorganisasi FTX juga menuai kritik. Stark menilai rencana tersebut tidak akan berhasil karena FTX ibarat gabungan dari “Murder Incorporated, The Cali Drug Cartel, dan Madoff Investment Advisory Services.”

Stark mengatakan,

“FTX adalah perusahaan yang sudah bangkrut secara moral dan finansial. Tidak ada gunanya mencoba menyelamatkannya. Lebih baik membiarkannya mati dan fokus pada kompensasi kepada para korban.”

Baca Juga: Skandal Miliaran Dolar di Dunia Crypto: FTX Gugat ByBit! Apa yang Terjadi?

Korban FTX Gigit Jari

Sementara tim hukum FTX meraup untung besar, para korban FTX justru gigit jari. Mereka tidak tahu kapan aset kripto mereka akan dikembalikan atau berapa kompensasi yang akan mereka terima. Banyak korban yang merasa frustrasi dan marah karena merasa diabaikan oleh FTX dan tim hukumnya.

Kesimpulan

Kasus FTX menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan yang bangkrut dapat merugikan banyak pihak, terutama para investor dan kreditor. Tim hukum yang seharusnya melindungi kepentingan para korban justru memanfaatkan situasi untuk meraup untung besar. Hal ini tentu saja tidak adil dan harus menjadi perhatian serius bagi otoritas terkait.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi