Langkah Revolusioner Filipina: Penjualan Obligasi Tokenisasi Pertama Senilai $270 Juta!

Langkah Revolusioner Filipina: Penjualan Obligasi Tokenisasi Pertama Senilai $270 Juta!

Filipina mencetak sejarah dengan sukses menjual obligasi tokenisasi perdana senilai $270 juta. Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai merambah pasar obligasi dan menarik minat investor. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Obligasi Tokenisasi: Inovasi Baru di Pasar Obligasi

Pemerintah Filipina baru saja menjual obligasi tokenisasi perdana mereka senilai $270 juta. Obligasi ini akan jatuh tempo pada November 2024 dengan tingkat kupon 6,5%. Menurut laporan Bloomberg, penjualan ini mendapatkan respons positif dari investor.

Bahkan, pemerintah Filipina mendapatkan pujian karena berani mengadopsi teknologi digital di pasar obligasi. Biro Keuangan (BTr) Filipina mengungkapkan bahwa penawaran obligasi tokenisasi ini mendapatkan tawaran hingga 31,426 miliar Peso, melebihi tiga kali lipat dari penawaran minimum 10 miliar Peso.

Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional memiliki minat yang kuat terhadap aset tokenisasi yang denominasinya dalam Peso. Ini juga menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi yang diterapkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Revolusi Keuangan Digital: Filipina Luncurkan Obligasi Treasury Tokenisasi Senilai $179 Juta!

Filipina dan Tokenisasi: Langkah Menuju Masa Depan

masa depan crypto filipina
Sumber: Kryptomoney

Dengan langkah ini, Filipina sekarang bergabung dengan negara-negara lain di kawasan ini yang sedang mengeksplorasi aset dunia nyata yang telah ditokenisasi. Sebelumnya, Hong Kong telah sukses menerbitkan obligasi hijau yang ditokenisasi senilai HKD800 juta (US$102,5 juta).

Singapura, sebagai pusat keuangan yang terkenal, juga telah mengadopsi teknologi blockchain dan meluncurkan inisiatif percontohan bersama institusi seperti JPMorgan, DBS Bank, dan BNY Mellon. Erwin Sta. Ana, Wakil Bendahara BTr, menekankan pentingnya bukti konsep ini.

Menurutnya, ini adalah titik awal bagi agenda pemerintah untuk mendemokratisasi investasi melalui teknologi digital. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyelesaian dan biaya gesekan, sekaligus mendorong pasar obligasi lokal yang inklusif secara finansial.

Baca Juga: Dengan Pendanaan $4,3 Juta, Startup Jia Siap Ubah Lanskap Fintech Blockchain di Afrika dan Asia!

Obligasi Tokenisasi: Masa Depan Pasar Obligasi

Obligasi tokenisasi ini dijadwalkan untuk mulai ditawarkan pada 20 November, dan penerbitannya akan dimulai pada 22 November. Sebagai bagian dari Peta Jalan Digitalisasi Sekuritas Pemerintah, penerbitan obligasi tokenisasi ini berfungsi sebagai bukti konsep untuk aplikasi yang lebih luas dari teknologi ledger terdistribusi (DLT) di pasar obligasi pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan biaya yang terkait dengan transaksi obligasi tradisional.

Dengan suksesnya penjualan obligasi tokenisasi ini, Filipina telah membuka jalan baru dalam dunia investasi. Langkah ini tidak hanya menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat digunakan dalam pasar obligasi, tetapi juga bagaimana teknologi ini dapat membantu menciptakan pasar yang lebih inklusif dan efisien.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: