Sinyal Bullish? Negara Fiji Pilih Perdana Menteri Pro-Bitcoin Sitiveni Rabuka!

Array

Sinyal Bullish? Negara Fiji Pilih Perdana Menteri Pro-Bitcoin Sitiveni Rabuka!

Politisi pro-Bitcoin Sitiveni Rabuka baru-baru ini menjabat sebagai perdana menteri Kepulauan Pasifik Fiji yang baru. Menurut laman Bitcoin Magazine, saat ini tampaknya perdana menteri baru ini akan secara aktif mempertimbangkan adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Fiji.

Seperti apa kira-kira dampak pelantikan perdana menteri Sitiveni Rabuka terhadap industri crypto di Fiji? Simak informasi selengkapnya seperti dilansir laman Bitcoin Magazine berikut ini.

Perdana Menteri Fiji Dikenal Ramah Bitcoin

Perdana Menteri Fiji Dikenal Ramah Bitcoin

@LordFusitua

Hingga saat ini Rabuka belum terlalu terbuka mengenai pendapatnya tentang Bitcoin. Lord Fusitu’a, seorang bangsawan dan mantan anggota parlemen negara tetangga Tonga, dilaporkan telah mengkonfirmasi bahwa politisi Fiji ini merupakan pro-Bitcoin dengan mengatakan kepada Cointelegrap bahwa:

“Perdana menteri baru ini pasti pro-Bitcoin!”

Lord Fusitu’a juga membagikan sebuah postingan di Twitter sebagai tanggapannya terhadap pelantikan Rabuka sebagai perdana menteri Fiji. Dalam tweet tersebut Lord Fusitu’a mengatakan bahwa:

“Perdana Menteri yang baru terpilih di Pasifik Selatan @slrabuka ramah #Bitcoin.”

Jika Fiji saat ini sedang merayakan dilantiknya perdana menteri pro-Bitcoin, maka presiden Brasil saat ini tengah bersiap untuk lengser dari jabatannya. Jair Bolsonaro, presiden Brasil yang akan meninggalkan jabatannya pada 31 Desember 2022, telah menandatangani undang-undang yang bertujuan untuk melegalkan penggunaan crypto sebagai metode pembayaran di negara tersebut.

Bagaimana pandangan pemerintah Brasil dalam mengatur regulasi crypto? Simak informasi selengkapnya mengenai Presiden Brasil Sahkan Crypto Sebagai Alat Pembayaran di sini.

Fiji dan Tonga Berencana Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Fiji dan Tonga Berencana Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran
Cointelegraph

Lord Fusitu’a juga membagikan sebuah tweet yang mengisyaratkan undang-undang legal tender Bitcoin yang sah. Ia juga mengisyaratkan perilisan undang-undang legal tender Bitcoin Tonga akan dirilis paling cepat pada Q2 2023.

Lord Fusitu’a mengatakan bahwa Perdana Menteri baru Fiji memintanya untuk memandu dia mengenai langkah-langkah adopsi legal tender Bitcoin. Kedua negara tersebut baik Fiji dan Tonga diyakini mampu memperoleh banyak manfaat dari adopsi Bitcoin terutama dalam hal pengiriman uang dan pertambangan Bitcoin.

Baca Juga: Capek Bergantung Sama Dolar AS, Presiden Venezuela Dukung Crypto?

Menurut data dari Bank Dunia, pengiriman uang di Fiji menyumbang sebanyak 11,3% produk domestik bruto (PDB) negara itu pada tahun 2021. Sedangkan pengiriman uang di Tonga tercatat mencapai 45,5% dari PDB negara tersebut pada tahun 2021.

Dalam hal pertambangan Bitcoin, kedua negara tersebut dinilai mampu memanfaatkan lokasi geologi negara mereka. Sebagai negara kepulauan vulkanik, kedua negara ini memiliki banyak peluang untuk bereksperimen dan mendapatkan keuntungan dari penambangan Bitcoin. Selain itu, Fiji juga dinilai memiliki kapasitas hidro yang signifikan.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array