Kontroversi “Father Justin” di California: Ketika AI dan Agama Bertabrakan, Apa yang Terjadi?

Kontroversi “Father Justin” di California: Ketika AI dan Agama Bertabrakan, Apa yang Terjadi?

Jakarta, Pintu News – Sebuah kegemparan melanda komunitas Katolik setelah Catholic Answers, penerbit berbasis di San Diego, California, memperkenalkan “Father Justin,” seorang chatbot AI pada hari Senin. Priester virtual ini akhirnya dipecat pada akhir pekan, tetapi para penciptanya tetap mengizinkan chatbot ini beroperasi sebagai “Justin” saja. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Ambisi yang Berlebihan

Catholic Answers mengatakan bahwa “Father Justin” dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang Iman Katolik—untuk tujuan pendidikan dan hiburan saja. Namun, peluncuran chatbot AI ini dan beberapa jawabannya mendapat tanggapan yang kurang baik.

“Father Justin” diberhentikan dari jabatannya sebagai pendeta virtual setelah hanya dua hari bekerja. Pada awalnya, ia menjawab pertanyaan tentang agama, moralitas, dan doktrin Katolik dengan baik. Namun, ketika chatbot ini mulai menawarkan untuk mengakui dosa dan memberikan nasihat pastoril yang kontroversial, ia segera menjadi bahan perdebatan.

Baca Juga: Apple Gandeng OpenAI untuk Tingkatkan Kecerdasan Buatan iPhone

Kontroversi dan Kritik

catholic answers
Sumber: Akun X Catholic Answers

Sejumlah pengguna membagikan contoh nasihat pastoril Father Justin, termasuk memberitahu seorang pengguna bahwa mereka dapat menggunakan Gatorade sebagai pengganti air suci dalam pembaptisan dan menjelaskan bagaimana seorang saudara dan saudari dapat mempersiapkan pernikahan mereka satu sama lain.

Father Justin juga menerima pengakuan dari seorang pengguna dan kemudian memberitahunya bahwa semua dosanya telah diampuni.

Namun, reaksi terhadap Father Justin tidaklah sepenuhnya negatif. Sebagian besar orang yang berinteraksi dengannya menemukan pengalaman itu menarik dan bermanfaat. Bagi sebagian, kehadiran Father Justin membantu mereka memahami konsep agama dengan cara yang mudah diakses dan tidak mengintimidasi.

Baca Juga: Raksasa Teknologi Dunia dalam Sorotan Regulator Inggris: Persaingan Ketat di Industri AI

Penyesuaian dan Tanggapan

Setelah skandal tersebut, kelompok tersebut—yang merupakan organisasi nirlaba independen—memodifikasi bot tersebut sehingga secara tegas adalah seorang awam, hanya Justin. Foto profilnya berubah menjadi gambar dalam pakaian santai daripada jubah klerik. Catholic Answers menegaskan bahwa Father Justin tidak pernah menjadi seorang pendeta sejati dan hanya diciptakan untuk memberikan informasi dan hiburan.

Para pencipta Father Justin juga mengklaim bahwa tujuan sebenarnya dari chatbot AI ini adalah untuk membantu orang-orang yang mungkin merasa canggung atau takut untuk bertanya kepada seorang pendeta tentang iman mereka. Mereka berharap untuk melibatkan lebih banyak orang dalam pembicaraan tentang agama dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang keyakinan Katolik.

Kesimpulan

Kontroversi seputar “Father Justin” menyoroti tantangan dan pertimbangan yang muncul saat teknologi bertabrakan dengan tradisi agama. Sementara AI dapat menjadi alat yang berguna untuk edukasi, pendekatan yang hati-hati dan etis diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dan pelanggaran sensitivitas agama.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi