FASB Rilis Standar Baru Aset Crypto, Apa yang Berubah?

FASB Rilis Standar Baru Aset Crypto, Apa yang Berubah?

Kabar gembira bagi para pelaku pasar crypto! Dewan Standar Akuntansi Keuangan AS (FASB) baru saja mengeluarkan standar baru yang akan mengubah cara perusahaan melaporkan dan mengungkapkan aset crypto mereka. Aturan ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai aset crypto dan posisi keuangan perusahaan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Perubahan Fundamental dalam Pelaporan Aset Crypto

FASB telah mengumumkan standar baru yang memungkinkan perusahaan untuk mengakui perubahan nilai wajar dalam kepemilikan crypto mereka. Sebelumnya, perusahaan harus melaporkan kerugian jika nilai crypto yang mereka pegang lebih rendah dari harga pembelian. Namun, dengan aturan baru ini, perusahaan harus melaporkan nilai wajar, dasar biaya, dan jenis aset yang mereka pegang.

Para pemangku kepentingan menyatakan bahwa panduan sebelumnya tidak memberikan informasi yang berguna bagi investor atau pihak lain. Mereka berpendapat bahwa hanya melaporkan penurunan nilai aset crypto tanpa peningkatan nilai sampai aset tersebut dijual tidak mencerminkan ekonomi yang sebenarnya dari aset tersebut

Aturan baru ini diadopsi secara bulat oleh dewan dan akan berlaku efektif setelah 15 Desember 2024.

Baca Juga: Pengawas Sekuritas Internasional Terbitkan Standar Regulasi Crypto dan Aset Digital

Manfaat bagi Perusahaan dan Investor

fasb document
Sumber: FASB

Perubahan aturan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan seperti MicroStrategy yang memiliki aset crypto dalam neraca mereka. Pendiri dan mantan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, menyambut baik perubahan ini dengan mengatakan bahwa hal tersebut akan memudahkan perusahaan untuk mengadopsi bitcoin sebagai aset kas.

Harga bitcoin (BTC) sendiri naik lebih dari 1% setelah pengumuman aturan baru, menunjukkan respons positif pasar. FASB menyatakan bahwa mereka menerima banyak umpan balik yang mendukung pendekatan baru terhadap aset digital. Hampir 500 responden meminta agar dewan menambahkan proyek terkait aset crypto ke dalam agendanya. Ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan akan panduan akuntansi yang lebih relevan untuk aset crypto.

Baca Juga: Taiwan dan El Salvador Bersatu Tingkatkan Regulasi Crypto, Apa Dampaknya Bagi Industri Crypto Global?

Implementasi dan Dampak Jangka Panjang

Standar baru ini akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai setelah 15 Desember 2024, namun perusahaan diizinkan untuk menerapkannya lebih awal untuk laporan keuangan yang belum diterbitkan.

Aturan ini berlaku untuk aset tak berwujud yang tidak memberikan hak yang dapat ditegakkan atau klaim atas barang, jasa, atau aset lainnya; diciptakan atau berada di atas ledger terdistribusi berbasis blockchain atau teknologi serupa; diamankan melalui kriptografi; bersifat fungibel; dan tidak diciptakan atau dikeluarkan oleh entitas pelapor atau pihak terkait.

Selain mencerminkan ekonomi aset crypto, pengukuran aset tersebut pada nilai wajar kemungkinan akan mengurangi biaya dan kompleksitas yang terkait dengan penerapan model akuntansi biaya-minus-penyusutan saat ini bagi banyak entitas. Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam akuntansi aset crypto dan diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta kepercayaan investor.

Dengan aturan baru ini, FASB telah membuka jalan bagi perusahaan untuk lebih transparan dan akurat dalam melaporkan aset crypto. Ini adalah langkah penting yang tidak hanya akan mempengaruhi cara perusahaan melaporkan aset crypto, tetapi juga bagaimana investor menilai dan membuat keputusan investasi. Era baru akuntansi aset crypto telah tiba, dan ini bisa menjadi titik balik bagi adopsi crypto di kalangan korporat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: