Krisis Likuiditas, Exchange Crypto Ini Terancam Penutupan di Tengah Investigasi Hong Kong!

Krisis Likuiditas, Exchange Crypto Ini Terancam Penutupan di Tengah Investigasi Hong Kong!

Exchange crypto JPEX, yang berbasis di Hong Kong, saat ini berada di bawah sorotan setelah serangkaian peringatan dari Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC). Dengan tuduhan operasi yang tidak teregulasi dan pernyataan yang menyesatkan, JPEX kini berada di tengah investigasi yang terkait dengan potensi penipuan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kesulitan Penarikan dan Biaya Tinggi

Banyak pengguna JPEX mengalami kesulitan dalam mengakses dana mereka. Beberapa bahkan melaporkan biaya penarikan yang sangat tinggi, mencapai 999 USDT.

Sebagai tanggapan, JPEX berjanji untuk memulihkan likuiditas dari pembuat pasar pihak ketiga sesegera mungkin dan menyesuaikan biaya penarikan kembali ke level normal.

Krisis ini telah memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, dengan 83 keluhan resmi yang diajukan ke polisi Hong Kong, melibatkan aset virtual senilai sekitar HK$34 juta atau US$4,3 juta.

Baca Juga: Korea Selatan Ketatkan Aturan Cadangan Dana untuk Exchange Crypto, Apa Dampaknya?

Peringatan dari Regulator dan Investigasi Polisi

SFC telah memberikan peringatan kepada JPEX terkait pernyataan menyesatkan tentang mendapatkan lisensi dari regulator luar negeri dan menawarkan imbal hasil yang mencurigakan tingginya untuk produk berbunga.

Polisi Hong Kong saat ini mengumpulkan keluhan terkait JPEX dan Biro Kejahatan Komersial juga sedang menyelidiki perusahaan tersebut.

JPEX dikenal di Hong Kong karena hubungan promosinya dengan aktor terkenal Julian Cheung Chi-lam. Namun, hubungan ini berakhir ketika SFC menambahkan JPEX ke daftar peringatan mereka.

Baca Juga: Afrika Selatan Bakal Wajibkan Lisensi untuk Exchange Crypto Sebelum Akhir Tahun 2023

Tanggapan JPEX dan Langkah Selanjutnya

masa depan JPEX
Sumber: Cool3C

Meskipun menghadapi kritik dan investigasi, JPEX belum tetap diam. Dalam pembelaannya, bursa tersebut menyalahkan pembuat pasar pihak ketiga yang telah “membekukan dana dengan sengaja”.

JPEX juga memiliki rencana untuk reorganisasi DAO, dengan mengajak pengguna untuk memberikan usulan.

Dengan semua kontroversi yang mengelilingi JPEX, mata dunia akan tertuju pada langkah-langkah selanjutnya dari bursa ini, terutama mengingat dampak potensialnya terhadap basis pengguna yang luas.

Krisis yang dihadapi oleh JPEX menyoroti pentingnya regulasi yang ketat dan transparansi dalam industri crypto. Dengan kepercayaan pengguna yang goyah dan investigasi yang sedang berlangsung, masa depan JPEX dan dampaknya bagi pasar crypto Hong Kong masih harus dilihat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: