Elon Musk: Penyelamat Twitter dari ‘Virus Pikiran’ dan Kritikus NFT

Elon Musk: Penyelamat Twitter dari ‘Virus Pikiran’ dan Kritikus NFT

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, kembali menjadi sorotan. Kali ini, ia mengungkapkan alasan di balik pembelian Twitter dan juga menyampaikan kritikannya terhadap NFT. Apa yang sebenarnya terjadi?

Elon Musk dan ‘Virus Pikiran’

Elon Musk membeli Twitter dengan tujuan untuk menyelamatkannya dari apa yang ia sebut sebagai “virus pikiran”. Istilah ini digunakan Musk untuk merujuk pada pemikiran “woke” atau berpaham kiri.

Musk mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pemikiran ini memiliki efek korosif pada peradaban saat berbincang dengan Joe Rogan dalam podcast Joe Rogan Experience. Musk juga mengkritik kepemimpinan kota San Francisco, menggambarkan pusat kota tersebut seperti “apokalips zombie”.

Baca Juga: Rencana Elon Musk Beli Twitter dan Gunakan DOGE di Twitter

Menurut Musk, pemikiran “woke” yang seharusnya menjadi niche dan terbatas secara geografis, justru mendapatkan senjata teknologi informasi untuk menyebar seperti virus pikiran ke seluruh Bumi. Rogan pun menyamakan “virus pikiran” ini dengan “kultus kematian”, yang disetujui oleh Musk.

Musk dan Kontroversi NFT

elon musk dirikan x.ai
Sumber: Reuters

Selain itu, Musk juga mengejutkan para pendukung Bitcoin dengan kritikannya terhadap NFT atau Non-Fungible Token. Meski tidak dijelaskan secara detail, kritik Musk ini menambah daftar kritik yang sering diterima NFT. Misalnya, banyak yang merasa bahwa NFT adalah cara untuk mencuci uang atau bahwa NFT merusak lingkungan.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kritik tersebut sebenarnya adalah kesalahpahaman tentang NFT. Misalnya, beberapa orang berpendapat bahwa NFT sebenarnya tidak merusak lingkungan sebanyak yang dituduhkan. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa NFT sebenarnya bisa menjadi alat yang berguna untuk mendukung seniman dan kreator.

Elon Musk dan Twitter

Pada musim semi 2022, Musk mencoba untuk mundur dari penawaran pembelian Twitter sebesar $44 miliar yang dia buat, dengan alasan aktivitas bot yang mempengaruhi pengguna aktif harian Twitter yang dapat dimonetisasi.

Baca Juga: Perusahaan Crypto Kirim Patung Rp9,3 Miliar ke Elon Musk, Tujuannya Bikin Geleng Kepala!

Twitter kemudian menggugat Musk di pengadilan Delaware untuk menegakkan penawaran yang mengikat tersebut, dan Musk akhirnya menyerah dan menutup pembelian pada akhir 2022.

Paragraf Penutup

Dengan pembelian Twitter dan kritiknya terhadap NFT, Musk sekali lagi menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang tidak takut untuk berbicara pikirannya. Apakah kamu setuju dengan pandangan Musk atau tidak, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa ia adalah sosok yang selalu menarik untuk diikuti.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi