Setelah Pecat Staff nya, Sekarang Stop Remote Working, Kenapa Elon Musk?

Setelah Pecat Staff nya, Sekarang Stop Remote Working, Kenapa Elon Musk?

Dilansir dari Watcher Guru, Elon Musk telah mengirim pesan penting pertamanya sebagai CEO Twitter kepada karyawan nya. Bloomberg telah melaporkan bahwa email pertama Elon Musk kepada staf Twitter berisi tentang berakhirnya sistem kerja jarak jauh atau remote working yang tadinya diterapkan.

Tak hanya itu, tujuan dikirimkannya email ke semua karyawannya adalah untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan perusahaan. Dalam pesan tersebut, Musk juga memastikan untuk memberi tahu staf yang ada bahwa sebuah ‘perubahan’ akan segera datang.

Musk Akhiri Sistem ‘Remote Working’

Musk Akhiri Sistem ‘Remote Working’
reuters.com

Dilansir dari Watch Guru, dua minggu pertama pada masa jabatan Elon Musk sebagai CEO Twitter adalah masa crucial. Pada masa jabatan Musk, telah terjadi pengurangan karyawan besar-besaran, adanya drama layanan Twitter Blue, dan beberapa persoalan lainnya. Namun, tampaknya perubahan yang diterapkan Musk terus berlanjut, salah satu perubahan yang juga menjadi perbincangan terutama di kalangan industri crypto dan NFT adalah rilisnya fitur NFT Tweet Tiles di Twitter.

Dalam sebuah email yang diperoleh Bloomberg, dilaporkan bahwa Elon Musk membuat staf Twitter-nya sadar akan berakhirnya sistem remote working, kecuali bagi beberapa orang tertentu yang telah diizinkan dengan alasan kuat untuk tetap bekerja secara remote. Selain itu, Musk juga menyampaikan bahwa karyawan diharapkan untuk bekerja setidaknya 40 jam secara fisik di kantor.

Laporan tersebut juga menyampaikan bahwa Musk sedang mempersiapkan staf-stafnya untuk “masa-masa sulit ke depan”. Musk menambahkan bahwa, “tidak ada cara untuk menutup-nutupi kebenaran,” tentang keadaan keuangan platform media sosial tersebut. Musk juga mengatakan bahwa dia berharap layanan subscription Twitter Blue akan menghasilkan setengah dari pendapatan perusahaan.

Penghapusan remote working yang diterapkan oleh Elon Musk ini merupakan perubahan besar dalam sejarah pengoperasian Twitter. Perusahaan ini telah membuat perjanjian work-from-anywhere (WFA) dengan para staf. Dikutip dari Watch Guru, penerapan WFA tersebut diterapkan di tengah tingginya kasus Covid-19 di dunia. Dikutip dari Bloomberg, bahwa kurangnya minat Musk pada sistem kerja perusahaan Twitter telah menjadi bagian penting dari pengambilalihannya, yakni dengan menghilangkan sistem remote working dan “day of rest” di perusahaan.

Referensi: