Eksodus Developer Crypto, Tanda Krisis atau Peluang Baru?

Eksodus Developer Crypto, Tanda Krisis atau Peluang Baru?

Kabar mengejutkan datang dari industri crypto yang tengah mengalami penurunan jumlah developer aktif bulanan hingga hampir 25%. Namun, sebuah laporan terbaru oleh Electric Capital mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah akhir dari inovasi. Justru, ada sisi positif yang tersembunyi di balik pergeseran ini yang mungkin belum kamu sadari.

Stabilitas di Tengah Badai

Meskipun pasar crypto sedang beruang, para developer berpengalaman tetap setia pada bidang ini. Laporan tersebut menunjukkan bahwa developer dengan pengalaman lebih dari satu tahun masih bertahan, dengan pertumbuhan sebesar 16%. Ini menandakan bahwa mereka yang telah melewati berbagai siklus pasar cenderung lebih tangguh dan produktif.

Baca Juga: Inggris Tawarkan Peran ‘Crypto Tsar’, Langkah Strategis Pemimpin Baru Regulasi Crypto Dunia!

Para developer ini menjadi tulang punggung industri, dengan menyumbang 75% kode yang dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan oleh developer berpengalaman tidak boleh diremehkan. Mereka yang memulai karir di masa bear market cenderung lebih cepat meninggalkan industri dibandingkan mereka yang bergabung di kondisi pasar crypto yang lebih stabil.

Dominasi Rantai EVM

rekor aktivitas inskripsi evm

Ethereum dan jaringan yang menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM) mendominasi aktivitas pengembangan multichain. Dengan pertumbuhan 10 kali lipat sejak tahun 2015, EVM menjadi pilihan utama bagi developer, terutama karena kemudahan migrasi antar-rantai yang serupa.

Sebanyak 87% aktivitas developer multichain terjadi di jaringan EVM. Ethereum sendiri, meskipun mengalami penurunan developer sebesar 25%, masih memegang peranan penting dengan 7.864 developer aktif bulanan. Ethereum juga menjadi tempat peluncuran awal untuk 71% kontrak EVM, menegaskan posisinya sebagai sumber utama logika on-chain baru bagi jaringan lain.

Perubahan Lanskap Global

Pertumbuhan developer crypto tidak lagi terpusat di Amerika Serikat. Saat ini, 74% developer crypto berada di luar AS, dengan Eropa dan Asia Tengah menjadi pusat baru. AS telah kehilangan 14% pangsa pasar developer blockchain global sejak tahun 2018, kini hanya menyumbang 26%.

India dan Nigeria mencatat pertumbuhan jumlah developer tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ini menandakan pergeseran signifikan dalam distribusi talenta blockchain, yang kini lebih merata di seluruh dunia.

Paragraf Penutup

Meskipun terjadi penurunan jumlah developer di industri crypto, laporan dari Electric Capital menunjukkan bahwa ini bukanlah pertanda buruk. Justru, ada peluang pertumbuhan dan distribusi talenta yang lebih merata secara global. Dengan komitmen yang kuat dari developer berpengalaman dan ekspansi geografis, masa depan crypto masih terlihat cerah.

Baca Juga: 5 Cara Membangun Portfolio Crypto Biar Untung

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi