Edward Snowden Peringatkan RUU Pengawasan Bisnis Pemerintah AS yang “Mengerikan”

Edward Snowden Peringatkan RUU Pengawasan Bisnis Pemerintah AS yang “Mengerikan”

Edward Snowden, seorang whistleblower yang dikenal luas karena membocorkan informasi tentang upaya pengawasan Amerika Serikat, memperingatkan adanya skema pengawasan potensial lainnya. Snowden menulis melalui X, “Ini adalah utas terpenting yang akan Anda baca tahun ini.”

Komentarnya merujuk pada utas oleh Elizabeth Goitein, co-director of the Liberty and National Security Program di Brennan Center for Justice, yang memperingatkan undang-undang pengawasan baru yang “mengerikan”.

RUU Pengawasan Domestik Terbesar Sejak Patriot Act

X/@Snowden

Dalam utasnya, Goitein mengklaim bahwa anggota parlemen menyembunyikan “ekspansi terbesar pengawasan domestik sejak Patriot Act” dalam RUU reautorisasi Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) yang disahkan oleh DPR pada hari Jumat. RUU tersebut akan memaksa perusahaan data besar untuk memberikan komunikasi pemerintah mengenai target pengawasan pemerintah.

Baca Juga: 3 Top DRC-20 2024: DOGI, UNIX, PEPE

Goitein menulis, tunjangan seperti itu “sangat memperluas cakupan entitas yang dapat dipaksa untuk membantu [Badan Keamanan Nasional].” “Jika RUU tersebut menjadi undang-undang, perusahaan atau individu mana pun yang menyediakan layanan APAPUN dapat dipaksa untuk membantu pengawasan NSA, selama mereka memiliki akses ke peralatan tempat komunikasi dikirimkan atau disimpan—seperti router, server, menara seluler, dll.,” tulisnya.

“Itu menyapu sejumlah besar bisnis AS yang menyediakan wifi kepada pelanggan mereka dan karena itu memiliki akses ke peralatan tempat komunikasi transit. Tempat pangkas rambut, binatu, pusat kebugaran, toko perangkat keras, kantor dokter gigi, dan daftarnya terus bertambah.” Goitein mendorong pengikutnya untuk menghubungi senator mereka dan menuntut mereka untuk memberikan suara menentang RUU tersebut.

Reaksi dari Senator Ron Wyden

kunci kemenangan pilpres as
Sumber: CryptoSlate

Senator Ron Wyden, D-Ore., juga menanggapi tindakan tersebut, menyebutnya sebagai “salah satu perluasan otoritas pengawasan pemerintah yang paling dramatis dan menakutkan dalam sejarah.” Senat sekarang sedang mempertimbangkan RUU tersebut. Senat memiliki waktu hingga 19 April untuk bertindak sebelum FISA 702 berakhir.

Dampak Potensial pada Bisnis dan Privasi

RUU tersebut telah memicu kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap bisnis dan privasi. Kritikus berpendapat bahwa RUU tersebut terlalu luas dan dapat digunakan untuk menargetkan individu dan organisasi yang tidak bersalah. Mereka juga khawatir bahwa RUU tersebut dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Penutup

RUU pengawasan baru yang diusulkan telah memicu perdebatan sengit tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan privasi individu. Senat sekarang harus mempertimbangkan dengan cermat implikasi dari RUU tersebut sebelum memutuskan apakah akan meloloskannya menjadi undang-undang.

Baca Juga: Bitcoin: Halving dan Dampaknya pada Penambangan

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi