ECB Menolak Bitcoin: Apa Dampaknya bagi Investor?

ECB Menolak Bitcoin: Apa Dampaknya bagi Investor?

Apakah Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengadopsi Bitcoin dalam strategi investasinya? Jawabannya tampaknya telah diberikan.

Isabel Schnabel, anggota dewan eksekutif ECB, menegaskan bahwa lembaga keuangan ini sangat tidak mungkin akan pernah membeli Bitcoin. Pernyataan ini mengejutkan banyak penggemar crypto dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan mata uang digital di Eropa.

ECB dan Bitcoin: Sebuah Hubungan yang Rumit

Isabel Schnabel, yang diangkat oleh pemerintah Jerman pada tahun 2019, merupakan bagian dari komite enam orang yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan moneter ECB. Dalam sebuah sesi tanya jawab yang diadakan baru-baru ini, Schnabel menegaskan bahwa ECB tidak akan memasukkan Bitcoin ke dalam neraca keuangannya.

Hal ini menunjukkan sikap konservatif ECB terhadap aset digital yang fluktuatif ini. Meskipun ada ETF Bitcoin spot yang berpotensi memperkenalkan investor tradisional ke crypto, ECB tetap pada pendiriannya.

Baca Juga: Bitcoin Akan Terus Meroket? Ini Prediksi dari CEO Core Scientific!

Schnabel, yang dikenal dengan pandangan hawkishnya terhadap kenaikan suku bunga, baru-baru ini mengubah pandangannya mengenai inflasi. Namun, perubahan ini tidak mempengaruhi sikapnya terhadap Bitcoin, yang tetap kritis dan waspada.

Regulasi Crypto yang Ketat di Eropa

verifikasi dan akses data eropa
Sumber: ETF Stream

Tidak hanya Schnabel, anggota dewan ECB lainnya seperti Elizabeth McCaul dan Fabio Panetta juga telah menyerukan regulasi yang lebih ketat terhadap crypto dan bursa crypto. ECB, bersama dengan bank sentral lainnya, sedang mengeksplorasi mata uang digital bank sentral (CBDC), yang merupakan versi digital dari mata uang fiat.

CBDC ini diatur oleh bank sentral dan mungkin berjalan pada blockchain yang diberi izin. Penggemar crypto seringkali mengkritik CBDC karena diatur oleh bank sentral dan kurang memberikan kebebasan seperti crypto pada umumnya.

Meskipun demikian, ECB masih dalam tahap persiapan untuk euro digitalnya. Ini menunjukkan bahwa ECB lebih memilih untuk mengembangkan sistem keuangannya sendiri daripada mengadopsi Bitcoin atau crypto lainnya.

Investasi Emas vs Bitcoin di Bank Sentral

Bank sentral di Eropa dikenal memiliki cadangan emas yang signifikan, dan beberapa bahkan telah membeli lebih banyak emas dalam beberapa tahun terakhir. Emas dianggap sebagai aset yang stabil dan dapat diandalkan, berbeda dengan Bitcoin yang sering dianggap sebagai “emas digital” namun dengan volatilitas yang tinggi.

Meskipun ETF Bitcoin spot mungkin muncul di cakrawala, bank sentral tampaknya masih enggan untuk mengadopsi Bitcoin. Schnabel dan ECB bukanlah satu-satunya yang skeptis terhadap Bitcoin.

Banyak bank sentral di seluruh dunia masih ragu untuk memasukkan crypto ke dalam neraca mereka. Ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin dan crypto lainnya semakin populer, masih ada jalan panjang sebelum mereka diterima oleh lembaga keuangan tradisional.

Paragraf Penutup

Pernyataan dari ECB melalui Isabel Schnabel memberikan sinyal yang jelas bahwa Bitcoin belum akan menjadi bagian dari strategi investasi bank sentral Eropa dalam waktu dekat.

Meskipun pasar crypto terus berkembang, tampaknya masih ada keraguan yang mendalam di kalangan pembuat kebijakan tentang integrasi aset digital ini ke dalam sistem keuangan konvensional.

Baca Juga: Prediksi Bitcoin dari Tom Lee: BTC Berpotensi ke $150.000 dalam 12 Bulan Mendatang

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi