“Saya Tidak Memiliki Bitcoin, Tapi Seharusnya Saya Punya”, Ini Kata Investor Legendaris Druckenmiller!

“Saya Tidak Memiliki Bitcoin, Tapi Seharusnya Saya Punya”, Ini Kata Investor Legendaris Druckenmiller!

Stanley Druckenmiller, investor veteran dan miliarder, baru-baru ini memuji Bitcoin karena telah berhasil membangun “brand” sendiri selama satu setengah dekade terakhir. Meski tidak memiliki Bitcoin, Druckenmiller mengakui bahwa seharusnya dia memiliki aset crypto tersebut. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Bitcoin vs Emas: Pandangan Druckenmiller

Dalam wawancara dengan manajer hedge fund, Paul Tudor Jones, Druckenmiller membandingkan Bitcoin dan emas sebagai tempat penyimpanan nilai. Menurutnya, Bitcoin dan emas memiliki kesamaan, hanya saja dengan perbedaan usia yang sangat besar. Druckenmiller, yang berusia 70 tahun, mengaku memiliki emas dan terkejut dengan perkembangan Bitcoin.

“Saya suka emas karena itu adalah brand berusia 5.000 tahun, tetapi generasi muda memiliki semua uang, tentunya mereka di Pantai Barat,” kata Druckenmiller. Druckenmiller sebelumnya memiliki Bitcoin.

Namun, dalam wawancara pada September 2022, dia mengungkapkan bahwa dia telah menjualnya karena bank sentral menerapkan langkah-langkah pengetatan. Meski demikian, dia mengatakan bahwa sektor aset digital akan berkembang jika orang-orang kehilangan kepercayaan pada sistem perbankan sentral.

Baca Juga: Dolar AS Tenggelam? Pakar Ekonomi Peter Schiff Ungkap Bahaya Memilki USD!

Blockchain dan Masa Depan Mata Uang

masa depan blockchain menurut druckenmiller
Sumber: Akun X Documenting Bitcoin

Druckenmiller juga memuji teknologi blockchain, memprediksi bahwa sistem berbasis ledger bisa menggantikan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan dunia di masa depan. Pada tahun 2021, Druckenmiller mengatakan Ethereum seperti “Myspace sebelum Facebook” dan memprediksi bahwa Ethereum (ETH) akan akhirnya menggulingkan BTC.

Meski begitu, industri crypto masih memiliki banyak kritik. Investor veteran terkenal seperti Warren Buffett dan Charlie Munger telah lama merujuk Bitcoin dan cryptocurrency sebagai “racun tikus” dan kelas aset yang tidak menghasilkan nilai.

Meski ada kritik, sentimen terhadap Bitcoin di antara perusahaan Wall Street telah memanas selama setahun terakhir. Hal ini terbukti dari gelombang pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin dari perusahaan keuangan besar. Druckenmiller sendiri mengakui bahwa seharusnya dia memiliki Bitcoin, menunjukkan bahwa aset kripto ini semakin diterima di kalangan investor.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: