Apakah Dolar AS Terancam oleh Ekspansi BRICS dan Rencana De-Dolarisasi?

Apakah Dolar AS Terancam oleh Ekspansi BRICS dan Rencana De-Dolarisasi?

Dalam dunia yang semakin global, kekuatan ekonomi baru muncul dan menantang dominasi lama.

BRICS, blok negara-negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, kini menambah anggota baru dan merencanakan de-dolarisasi. Apakah ini berarti dolar AS terancam?

Ekspansi BRICS: Menambah Kekuatan Baru

BRICS baru saja mengumumkan penambahan enam negara baru ke dalam blok mereka: Arab Saudi, Iran, Mesir, Argentina, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Ekspansi ini merupakan yang pertama sejak 2010 dan diumumkan pada hari terakhir KTT BRICS di Johannesburg.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menyebut ini sebagai “babak baru dalam upaya membangun dunia yang adil, inklusif, dan makmur”.

Baca Juga: Bangladesh Berpotensi Gabung BRICS, Rumor Permintaan Resmi Menggema, Apa Dampaknya Bagi Crypto?

Namun, pertanyaannya adalah, apakah BRICS dapat bersaing dengan Barat dalam jangka pendek, mengingat prioritas yang berbeda dari masing-masing negara anggotanya?

Rencana De-Dolarisasi BRICS: Mengurangi Ketergantungan pada Dolar

putin brics dan bitcoin

BRICS memiliki ambisi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS. Namun, ekonom Ernst & Young, Gregory Daco, meragukan apakah negara-negara BRICS dapat menjadi alternatif yang layak untuk dolar.

Menurutnya, kurangnya kepercayaan, keselarasan, dan prioritas strategis antara negara-negara BRICS menjadi hambatan utama.

Meski demikian, BRICS tetap berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan mempromosikan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan internasional.

Apakah Renminbi Cina Bisa Menjadi Penantang Dolar?

Meski banyak yang meragukan kemungkinan pembentukan mata uang bersama BRICS, tidak dapat dipungkiri bahwa blok ini berusaha untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar.

Cina, sebagai anggota BRICS, ingin mata uangnya, renminbi, diakui sebagai mata uang cadangan.

Namun, menurut Neil Shearing dari Capital Economics, “renminbi tidak mungkin menjadi penantang serius bagi dolar di panggung dunia”.

Paragraf Penutup

Meski BRICS berusaha untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar dan menambah anggota baru, masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Baca Juga: BRICS dan Dolar AS: Fokus pada Otonomi dengan Penguatan Perdagangan Internal!

Namun, satu hal yang pasti, dunia ekonomi global terus berubah dan kita perlu siap untuk perubahan tersebut.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: