Decentraland Gelar Biennale Arsitektur Metaverse Pertama di Dunia!

author:

Decentraland Gelar Biennale Arsitektur Metaverse Pertama di Dunia!

Decentraland, salah satu Metaverse terkemuka, siap menggelar Biennale Arsitektur Metaverse pertama yang akan berlangsung dari 21 hingga 24 September. Dengan tema ‘Presence of the Future’, acara ini menjanjikan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya, menggabungkan seni arsitektur dengan teknologi Web3.

Keseruan yang Dapat Diharapkan dari Acara Ini

Organisasi seperti W3rlds, Dearch Space, dan Metancy telah berkolaborasi untuk menyelenggarakan acara ini. Pengunjung dapat menikmati lebih dari 30 paviliun futuristik, diskusi panel yang mendalam, serta pertunjukan musik langsung dan pesta yang diarahkan oleh MetaDJ dan Hiroyo.

Selama empat hari, berbagai topik akan dibahas, mulai dari ‘Bisnis Web3 dan Metaverse: Tren, Harapan, dan Kasus Nyata’ hingga ‘Munculnya Mode Digital: Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Industri di Avant-Garde Budaya Web3’. Pionir Web3 terkenal seperti UN Studio, Zaha Hadid, Artisant, MetaTrekkers, dan HWKN akan memimpin diskusi tersebut.

Untuk mengikuti semua kegiatan, pengguna harus mengikuti semua tautan terintegrasi di Decentraland untuk mencapai pusat plaza, di mana semua kegiatan menarik akan berlangsung. Aktivitas seru ini juga akan tersedia di Metaverse W3rlds.

Baca juga: Revolusi Metaverse: Decentraland Rilis Trio AI yang Mengguncang Dunia Virtual!

Paviliun yang Menjadi Sorotan Utama

decentraland gelar biennale arsitektur metaverse pertama
Sumber: Indesign Live

Paviliun ‘The Fragile Pavilion’ bertindak sebagai repositori pengetahuan dan kenangan, mendorong refleksi tentang peran sejarah dalam membentuk masa depan. Sementara itu, ‘A Meta Odyssey’ mengeksplorasi penggabungan kerajinan tangan dan pemodelan digital dalam Mixed Reality.

Killa Design dengan proyek ‘Presence of The Future’ mereka berinovasi dalam arsitektur Web3. Ada juga ‘Beyond the Echoes’ yang terinspirasi oleh seniman terkenal seperti Bosch dan Kandinsky, menantang persimpangan antara seni dan arsitektur.

Semua paviliun ini membentuk kembali batasan arsitektur Web3, menunjukkan potensi kreativitas berbasis blockchain tanpa batas.

Dengan Biennale Arsitektur Metaverse di Decentraland, komunitas akan menyaksikan masa depan di mana kreativitas berbasis blockchain tidak memiliki batasan. Ini adalah langkah besar menuju integrasi seni dan teknologi dalam dunia Metaverse.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: