Dampak Halving Bitcoin: 20% Hash Rate Terancam Offline!

Dampak Halving Bitcoin: 20% Hash Rate Terancam Offline!

Peristiwa halving Bitcoin yang akan segera terjadi pada bulan April mendatang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap jaringan Bitcoin. Galaxy Digital, sebuah perusahaan jasa keuangan dan manajemen aset digital, memperkirakan bahwa hingga 20% dari hash rate Bitcoin saat ini dapat offline setelah halving. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Dampak Halving Bitcoin

low dan high end of range
Perkiraan kisaran rendah dan tinggi berdasarkan model penambang dari tingkat hash yang akan offline setelah halving. Sumber: Galaxy Digital

Halving Bitcoin adalah peristiwa yang terjadi setiap 210.000 blok, di mana hadiah penambangan Bitcoin dipotong setengahnya. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga kelangkaan Bitcoin. Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 20 April 2024.

Penurunan hadiah penambangan ini akan berdampak pada profitabilitas penambang Bitcoin. Penambang yang menggunakan mesin penambangan yang lama dan tidak efisien akan kesulitan untuk tetap beroperasi karena biaya operasional mereka akan lebih tinggi daripada pendapatan yang mereka terima.

Baca Juga: Bitcoin Pecahkan Rekor! Hashrate Tembus 549 EH/s di Awal 2024

Model ASIC yang Terdampak

Menurut laporan Galaxy Digital, beberapa model ASIC yang diperkirakan akan terdampak oleh halving Bitcoin adalah Bitmain S9, Canaan A1066, MicroBT M32, MicroBT M20S, Bitmain S17, Canaan A1246, Antminer S19, dan Antminer S19J Pro. Model-model ASIC ini menyumbang sekitar 70% dari total hash rate Bitcoin pada akhir tahun 2023.

Diperkirakan bahwa sebagian besar model ASIC yang lama, seperti Bitmain S9, Canaan A1066, dan MicroBT M32, akan ditutup. Sementara itu, sekitar setengah dari model MicroBT M20S dan Bitmain S17 akan tetap beroperasi. Model-model ASIC yang lebih baru, seperti Antminer S19 dan S19J Pro, diperkirakan akan tetap bertahan, meskipun sebagian kecil dari mereka mungkin juga akan offline di daerah-daerah dengan biaya operasional yang tinggi.

Baca Juga: Bitcoin Cetak Rekor Hashrate 527 EH/s, Pecahkan Rekor Sebelumnya!

Keputusan Bisnis Penambang

Laporan Galaxy Digital juga menyebutkan bahwa beberapa keputusan bisnis dapat memengaruhi perkiraan ini. Penambang yang mengoperasikan mesin penambangan yang lama dan tidak efisien mungkin akan menggunakan firmware khusus untuk meningkatkan efisiensi dan output mesin mereka. Selain itu, beberapa model ASIC mungkin akan berpindah tangan ke penambang dengan biaya listrik yang lebih murah daripada ditutup.

Galaxy Digital memperkirakan bahwa antara 15% hingga 20% dari hash rate jaringan Bitcoin dapat offline setelah halving. Penurunan hash rate ini dapat berdampak pada keamanan jaringan Bitcoin dan menyebabkan transaksi menjadi lebih lambat. Namun, hal ini juga dapat mendorong penambang untuk berinvestasi pada mesin penambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kesimpulan

Halving Bitcoin yang akan datang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap jaringan Bitcoin. Penurunan hadiah penambangan akan membuat penambang yang menggunakan mesin penambangan yang lama dan tidak efisien kesulitan untuk tetap beroperasi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan hash rate jaringan Bitcoin dan berdampak pada keamanan jaringan dan kecepatan transaksi. Namun, hal ini juga dapat mendorong penambang untuk berinvestasi pada mesin penambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi