Bukan Bitcoin, Ini Cryptocurrency Pertama di Dunia?

Bukan Bitcoin, Ini Cryptocurrency Pertama di Dunia?

Bitcoin (BTC) adalah cryptocurrency terbesar dan paling terkenal, tetapi BTC bukanlah inovasi pertama pada yang dicetuskan dalam sejarah perkembangan mata uang digital yang terdesentralisasi.

Sebelum Bitcoin eksis tepatnya lebih dari satu dekade sebelum whitepaper Bitcoin ditulis pada tahun 2009, beberapa nama mata uang digital diyakini sebagai pelopor mata uang terdesentralisasi.

Apa sajakah mata uang digital tersebut dan seperti apa cara kerjanya? Simak informasi selengkapnya seperti dilansir dari laman Investopedia berikut ini.

E-Cash

Pada tahun 1983, kriptografer Amerika David Chaum mengusulkan sebuah bentuk uang elektronik.

Dia membuat konsep mata uang token yang dapat ditransfer antar individu dengan aman dan secara pribadi yang membuatnya memiliki kesamaan dengan cryptocurrency.

Chaum kemudian mengembangkan teknologi yang dapat mengenkripsi informasi yang dikirimkan antar individu dengan tanda tangan keaslian dan kemampuan untuk dimodifikasi tanpa ketertelusuran.

E-Gold

E-Gold
Investopedia

Pada tahun 1996, Dr. Douglas Jackson dan Barry Downey menciptakan uang elektronik yang dikaitkan dengan kepemilikan emas.

E-gold menggunakan emas sebagai nilai dasar untuk transaksi dan menyimpan emas fisik sebagai cadangan.

Mata uang digital ini memungkinkan pengguna untuk mentransfer kepemilikan emas antara pengguna situs web, dengan cepat.

Seiring waktu, e-gold mulai menjadi alat pembayaran online yang populer.

Pada tahun 2000, e-gold memiliki lebih dari 1 juta pengguna dan memproses lebih dari 1 juta transaksi per hari.

Bit Gold

Nick Szabo adalah pendiri Bit Gold dan salah satu pelopor cryptocurrency awal sebelum Bitcoin. Penciptaan Bit Gold pada tahun 1998 diyakini sebagai salah satu peristiwa penting yang menginspirasi Satoshi Nakamoto dalam menciptakan Bitcoin berkat konsep yang dibuat Nick Szabo.

Baca Juga: Siapa itu Satoshi Nakamoto, Sosok Penemu Bitcoin?

Konsep penciptaan Bit Gold menggunakan banyak teknik blockchain yang sama seperti jaringan peer-to-peer, penambangan, ledger, dan kriptografi.

Bit Gold diciptakan dengan tujuan menghindari ketergantungan pada distributor emas dan otoritas mata uang terpusat dengan menggunakan Bit Gold yang merefleksikan nilai asli emas.

Dilansir dari laman pintu Academy, perbedaan antara teknologi Bit Gold dan Bitcoin adalah total unit Bit Gold yang tidak terbatas tak seperti halnya Bitcoin yang jumlahnya terbatas sehingga meningkatkan kelangkaan dan peningkatan nilainya di masa depan.

Kesimpulan

Mata uang digital dengan konsep terdesentralisasi sebelum Bitcoin di atas bisa dibilang merupakan tonggak awal pengembangan teknologi crypto hingga menjadi mata uang digital terdesentralisasi yang kita kenal saat ini.

Meskipun saat ini mata uang digital sebelum Bitcoin di atas sudah tak lagi digunakan dan telah resmi ditutup salah satunya karena alasan keamanan, kini cryptocurrency hadir dengan menawarkan standar keamanan tingkat tinggi.

Beberapa crypto di antaranya bahkan teregistrasi oleh berbagai badan nasional seperti Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di berbagai negara seperti El Salvador yang melegalkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Kini, cryptocurrency seperti Bitcoin semakin dihargai nilainya bahkan pernah hampir mencapai Rp1 miliar pada tahun 2021 lalu.

Namun, tahukah kamu jika harga Bitcoin pada tahun 2010 bahkan tidak cukup untuk membeli satu porsi nasi padang saat ini? Penasaran? Simak berapa harga Bitcoin tahun 2010 serta perkembangannya pada masa awal penciptaan Bitcoin di sini.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: