CoinFLEX, OPNX, dan Pengkhianatan Roger Ver: Topik yang Sedang Hangat di Dunia Crypto!

CoinFLEX, OPNX, dan Pengkhianatan Roger Ver: Topik yang Sedang Hangat di Dunia Crypto!

Dalam dunia crypto yang penuh dinamika, skandal terbaru melibatkan pertukaran futures crypto CoinFLEX, OPNX, dan investor crypto Roger Ver. Skandal ini mencakup tuduhan pengalihan aset tanpa izin, pengkhianatan, dan hampir bangkrutnya CoinFLEX.

Skandal Pengalihan Aset CoinFLEX ke OPNX

Pertukaran futures crypto CoinFLEX menghadapi krisis besar. Beberapa kreditur CoinFLEX menuduh bahwa OPNX, pertukaran crypto baru yang didirikan oleh pendiri Three Arrows Capital (3AC), Kyle Davies dan Su Zhu, dibuat dengan menggunakan aset CoinFLEX tanpa persetujuan mereka.

Baca Juga: OPNX Raih Lisensi Perdagangan Crypto di Lithuania: Langkah Besar Menuju Ekspansi di Uni Eropa!

Tuduhan ini diajukan dalam surat panggilan yang diajukan di Pengadilan Tinggi Hong Kong. Mereka menuduh Mark Lamb, mantan CEO CoinFLEX dan pendiri OPNX, telah menyalahgunakan dan/atau menggunakan aset, sumber daya manusia, properti intelektual, rahasia dagang, dan teknologi lainnya milik CoinFLEX untuk OPNX.

Roger Ver: Dari Investor ke Pengkhianat?

Roger Ver: Dari Investor ke Pengkhianat?
Forbes

Roger Ver, investor crypto terkenal, juga terlibat dalam skandal ini. CoinFLEX menuduh Ver telah gagal memenuhi perjanjian margin tertulis, yang menyebabkan pertukaran tidak dapat memproses penarikan.

Ver membantah tuduhan ini dan malah mengklaim bahwa CoinFLEX sebenarnya berhutang padanya. CEO CoinFLEX, Mark Lamb, merasa dikhianati oleh Ver, yang telah menjadi teman dekat dan mentor selama 11 tahun.

Bagaimana Masa Depan CoinFLEX dan OPNX?

Setelah berbulan-bulan perdebatan dan restrukturisasi, CoinFLEX akhirnya mendapatkan persetujuan untuk restrukturisasi dari Pengadilan Seychelles. Namun, setelah restrukturisasi disetujui, kreditur CoinFLEX menemukan bahwa Mark Lamb bertindak bertentangan dengan kepentingan kreditur.

Mereka kemudian mengajukan surat panggilan dan mengajukan injeksi terhadap Lamb. Sementara itu, OPNX terus berkembang dan telah mengembangkan mata uang kredit untuk margin trading yang disebut “oUSD”.

Paragraf Penutup

Skandal ini menunjukkan betapa rumit dan penuh tantangan dunia crypto. Dengan tuduhan pengalihan aset, pengkhianatan, dan hampir bangkrutnya CoinFLEX, masa depan CoinFLEX dan OPNX masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti, skandal ini akan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga: Skandal Besar di Dunia Crypto: CEO CoinFLEX Dituntut, Roger Ver Terlibat!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi