Tesla Melampaui NVIDIA? AI Chip Baru Tesla Diprediksi Akan Mendominasi Pasar!

Tesla Melampaui NVIDIA? AI Chip Baru Tesla Diprediksi Akan Mendominasi Pasar!

Dalam dunia teknologi yang cepat berubah, Tesla kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan mobil listriknya yang menjadi perbincangan, melainkan chip AI-nya. Analis dari Morgan Stanley memprediksi bahwa chip AI Tesla akan mengungguli yang dimiliki oleh NVIDIA, pemimpin pasar saat ini. Prediksi ini mendorong saham Tesla naik hingga 10%. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Optimisme Baru dari Morgan Stanley

Dilansir dari Decrypt, Morgan Stanley, dalam catatan penelitiannya, meningkatkan status saham Tesla menjadi “overweight”, yang mengimplikasikan bahwa saham tersebut akan melampaui para pesaingnya. Hal ini mendorong saham Tesla, yang diperdagangkan di Nasdaq, melonjak hingga $271.

Salah satu pendorong utama dari optimisme ini adalah Dojo, sistem superkomputer kustom Tesla yang digunakan untuk melatih mobil otonomnya. Sistem ini dilihat sebagai katalis potensial untuk pertumbuhan Tesla, dengan potensi menambahkan nilai hingga $500 miliar ke perusahaan.

Analisis menunjukkan bahwa Dojo dapat mempercepat adopsi layanan “mobilitas” dan jaringan Tesla, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan.

Baca Juga: Akankah Tesla Membeli Bitcoin Lagi? Spekulasi Meningkat Setelah Tweet Pengguna Twitter!

Dojo vs NVIDIA: Pertarungan Chip AI

Tesla mulai mengembangkan Dojo sebagai respons terhadap kekurangan GPU yang disuplai oleh NVIDIA. Elon Musk, dalam panggilan pendapatan Juli, menyatakan bahwa jika NVIDIA dapat memasok GPU yang cukup, Tesla mungkin tidak memerlukan Dojo.

Namun, dengan Dojo, analis percaya bahwa Tesla dapat mengungguli NVIDIA. Chip AI Tesla dianggap dapat beroperasi dengan biaya yang lebih rendah dan lebih efisien, khususnya untuk data berbasis visi untuk penggunaan mengemudi otonom.

Dengan kekuatan komputasi yang meningkat dan kecepatan pemrosesan yang lebih cepat, Tesla dapat memonetisasi perangkat lunak kendaraannya dengan lebih cepat dan dengan tarif pendapatan berulang yang lebih tinggi.

Baca Juga: Bos Tesla, Elon Musk vs Raja Bitcoin, Michael Saylor: Perang Twitter yang Mengejutkan!

Tesla dan Pivoting ke AI

dojo ai chip
Sumber: Data Center Dynamics

Langkah Tesla ke dalam manufaktur chip mencerminkan pergeseran yang lebih luas ke AI di antara perusahaan yang sebelumnya mengeksplorasi Bitcoin, crypto, dan Web3.

Sejak pembelian Bitcoin senilai $1,5 miliar pada Februari 2021, Tesla hanya memiliki aset sebesar $184 juta di neraca per 30 Juni 2023. Sementara itu, produsen pesawat ruang angkasa milik Musk, SpaceX, mencatat penurunan Bitcoin di neraca sebesar $373 juta bulan lalu.

Meskipun demikian, fokus utama Tesla saat ini adalah pada pengembangan dan penerapan teknologi AI, khususnya dalam bidang otomotif.

Dengan prediksi optimis dari Morgan Stanley dan potensi besar yang dimiliki oleh chip AI Tesla, masa depan perusahaan tampak cerah. Dengan inovasi dan teknologi yang tepat, Tesla mungkin akan mendefinisikan kembali industri otomotif dan teknologi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: