China Memberlakukan Aturan Ketat untuk Melatih Model AI Generatif

author:

China Memberlakukan Aturan Ketat untuk Melatih Model AI Generatif

China kembali menjadi sorotan dengan peluncuran rancangan regulasi keamanan terbaru untuk perusahaan yang menyediakan layanan kecerdasan buatan generatif (AI). Dengan dampak yang luas bagi industri teknologi, apa sebenarnya yang diatur dalam regulasi baru ini?

Rincian Regulasi Baru: Lebih Ketat dan Komprehensif

regulasi baru ai china
Sumber: PYMNTS

Pada tanggal 11 Oktober 2023, Komite Standarisasi Keamanan Informasi Nasional, yang terdiri dari perwakilan dari Administrasi Siber China (CAC), Kementerian Industri dan Teknologi Informasi serta lembaga penegak hukum, merilis rancangan regulasi ini. Regulasi ini menekankan pembatasan pada sumber data yang digunakan untuk pelatihan model AI.

Baca juga: China Siap Dominasi Dunia AI dengan Meningkatkan Kekuatan Komputasi 50%!

AI generatif, seperti yang ditunjukkan oleh prestasi ChatGPT milik OpenAI, memiliki kemampuan untuk melakukan tugas berdasarkan analisis data historis dan menghasilkan konten baru berdasarkan pelatihan tersebut.

Komite merekomendasikan evaluasi keamanan pada konten yang digunakan untuk melatih model AI generatif yang dapat diakses oleh publik. Konten yang melebihi “5% dalam bentuk informasi yang melanggar hukum dan merugikan” akan dimasukkan dalam daftar hitam.

Isi Konten dan Sumber Data: Batasan yang Harus Diketahui

Rancangan regulasi menekankan bahwa bahan pelatihan untuk model ini tidak boleh mencakup data yang disensor dari internet China. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat perkembangan teknologi AI di China yang pesat.

Kategori konten yang masuk daftar hitam mencakup konten yang mendukung terorisme, kekerasan, subversi terhadap sistem sosialis, merusak reputasi negara, dan tindakan yang mengurangi kohesi nasional serta stabilitas masyarakat.

Beberapa perusahaan teknologi besar di China, termasuk mesin pencari Baidu, baru saja mendapatkan izin untuk memperkenalkan chatbot AI generatif mereka ke publik.

Baca juga: China Daily Alokasikan Dana Rp6,1 Miliar untuk Platform NFT dan Metaverse Sendiri!

Pandangan Global dan Ambisi China dalam AI

Negara-negara di seluruh dunia sedang berjuang untuk menetapkan kerangka regulasi untuk teknologi ini. China melihat AI sebagai domain di mana mereka berambisi untuk bersaing dengan Amerika Serikat.

China telah menetapkan ambisinya untuk menjadi pemimpin global di bidang ini pada tahun 2030.

Regulasi baru ini menunjukkan langkah serius China dalam memastikan keamanan dan integritas data serta konten yang dihasilkan oleh model AI.

Dengan rancangan regulasi baru ini, China menunjukkan komitmennya untuk memimpin dunia dalam teknologi AI generatif.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: