Raksasa Teknologi Alibaba Persiapkan AI Pesaing ChatGPT, Bakal Seperti Apa?

author:

Raksasa Teknologi Alibaba Persiapkan AI Pesaing ChatGPT, Bakal Seperti Apa?

Setelah peluncuran ChatGPT di akhir tahun 2022, sejumlah perusahaan teknologi besar terlihat berbondong-bondong merencanakan untuk membuat chatbot.

Pada awal Maret 2023 lalu, Mark Zuckerberg telah mengumumkan bahwa Meta tengah mengembangkan teknologi AI untuk membuat chatbot-nya sendiri. Tidak mau kalah, baru-baru ini, Alibaba, selaku perusahaan raksasa e-commerce dari China juga mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan chatbot AI dalam waktu dekat.

Kira-kira bakal seperti apa ya?

Mengenal Chatbot Versi Alibaba

saingan chatgpt dari alibaba
Sumber: Forbes

Dilansir dari Cointelegraph (11/4/23), raksasa e-commerce asal China siap memasuki perlombaan kecerdasan buatan (AI) global dengan asisten chatbot versinya sendiri.

Alibaba mengumumkan bahwa peluncuran produk yang mirip dengan ChatGPT akan terjadi dalam waktu dekat. Menurut laporan, produk baru dari Alibaba ini dinamakan “Tongyi Qianwen”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “mencari jawaban dengan mengajukan seribu pertanyaan.”

Lebih lanjut, chatbot yang akan diluncurkan ini siap diintegrasikan dengan ekosistem bisnis teknologi Alibaba yang luas, termasuk aplikasi perpesanan di tempat kerja, DingTalk, dan speaker pintar asisten suara, Tmall Genie, yang mirip dengan speaker pintar asisten suara Alexa milik Amazon.

Nantinya, Tongyi Qianwen juga dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Mandarin pada tahap pertama. Cakupan tugasnya mencakup mengubah percakapan menjadi catatan tertulis, menulis email, dan menyusun proposal bisnis.

Daniel Zhang selaku direktur dan CEO Alibaba berkomentar, “Kami berada pada momen penting dalam teknologi yang didorong oleh AI generatif dan komputasi cloud,” di saat perusahaan tersebut mengumumkan rencana peluncuran Tongyi Qianwen.

Baca juga: Terima Dana Rp148 Miliar, CryptoGPT Bakal Kembangkan Proyek Teknologi AI Web3!

Perkembangan AI Generatif

Bersamaan dengan pengumuman terbaru yang mebeberkan kebolehan chatbot Tongyi Qianwen, sebuah pertanyaan seperti “apakah Tongyi Qianwen dapat mengerjakan tugas-tugas yang lebih kreatif seperti mitranya di Amerika?” mulai bermunculan.

Sedikit mengenai ChatGPT, chatbot yang dirilis oleh OpenAI ini mulai dipublikasikan pada November 2022, yang kemudian diintegrasikan ke dalam peramban internet Microsoft, Bing.

Sejak peluncurannya, AI Generatif menjadi berita utama global karena kemampuannya untuk memberikan respons informasi yang canggih dengan cara yang mirip dengan obrolan biasa, meniru gaya penulisan yang berbeda dengan perintah, yang bermanfaat membantu pengguna untuk membuat semua jenis teks, mulai dari penelitian akademis hingga naskah film.

Menurut laporan Cointelegraph, beberapa waktu lalu, perusahaan induk Google, Alphabet dan raksasa teknologi asal Tiongkok, Baidu, telah mengumumkan pengembangan chatbot AI versi mereka yang masing-masing diberi nama Bard dan Ernie.

Sementara itu, Cyberspace Administration of China akan mewajibkan para pengembang chatbot untuk memastikan bahwa konten yang dihasilkan oleh AI “akurat” dan tidak “membahayakan keamanan”.

Menurut pasal 4 dari pedomannya, yang dibuka untuk mendapatkan respon publik pada tanggal 11 April 2023, konten yang ada di chatbot nantinya harus “mencerminkan nilai-nilai inti sosialisme, dan tidak boleh mengandung subversi terhadap kekuasaan negara.”

Tidak hanya chatbot, berkembangnya teknologi AI juga membawa dampak yang cukup positif kepada beberapa crypto yang berfokus pada AI. Pasalnya, dalam beberapa waktu, harga crypto AI turut melesat bersamaan dengan lahirnya inovasi baru dari AI.

Mau tau lebih lanjut? Baca selengkapnya di Token Crypto AI Reli Gila-gilaan Karena Model Baru ChatGPT “GPT-4”?


Referensi: