Hindari Krisis Likuiditas, CEO SushiSwap Usulkan Tokenomik Baru

author:

Hindari Krisis Likuiditas, CEO SushiSwap Usulkan Tokenomik Baru

Dilansir dari Cryptoslate, CEO SushiSwap, Jared Grey, mengajukan proposal untuk mengubah tokenomik token SUSHI dalam upaya menghidupkan kembali protokol di tengah krisis likuiditas.

Pada 30 Desember 2022, akun Twitter Jared Grey membagikan visi untuk model baru token Sushiswap.

tokenomik terbaru sushiswap

Sumber: Twitter

Sebagai bagian dari model tokenomik baru yang diusulkan, tingkat time-lock akan diperkenalkan untuk memberikan penghargaan berbasis emisi, mekanisme pembakaran token, dan penguncian likuiditas.

SushiSwap Membutuhkan Penataan Kembali

Pada awal Desember 2022, tepatnya di tanggal 6, Grey membuat sebuah kehebohan di komunitas SUSHI setelah mengumumkan bahwa perbendaharaan proyek hanya memiliki runaway selama 1,5 tahun. Pada saat itu, Grey mengusulkan agar 100% dari biaya yang diperoleh SushiSwap dialihkan ke Kanpai, perbendaharaan proyek, selama satu tahun atau hingga tokenomik baru diperkenalkan.

Menurut laporan Monika Ghosh, pertukaran terdesentralisasi (DEX) mendesak proposal pengalihan biaya, menimbulkan kerugian sebesar $30 juta dalam 12 bulan terakhir karena insentif penyedia likuiditas (PL). Menurut Grey, ini membuktikan bahwa mekanisme insentif SushiSwap “unsustainable” dan membutuhkan penataan kembali.

Dalam proposal untuk mengatur ulang tokenomik yang dibagikan, Grey mencatat:

“Untuk meningkatkan likuiditas di Sushi pool, maka dibutuhkan penataan kembali mekanisme token yang menyelaraskan aktivitas LP secara benar dengan hadiah terbanyak dan akrual nilai.”

Tokenomik yang diusulkan Grey bertujuan untuk menghargai pertumbuhan likuiditas melalui “mekanisme penghargaan holistik dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan volume dan biaya.” Selain meningkatkan likuiditas, model tokenomik baru berupaya menciptakan lebih banyak utilitas untuk SUSHI dan “meningkatkan nilai maksimal bagi semua stakeholders.”

Usulan Mengubah Tokenomik SushiSwap

Tokenomik baru akan memperkenalkan tingkatan penguncian waktu untuk hadiah berbasis emisi, mekanisme pembakaran token, dan likuiditas terkunci untuk dukungan harga.

Perubahan paling signifikan yang diusulkan dalam proposal yang diajukan adalah, SUSHI yang dipertaruhkan (xSUSHI) tidak akan lagi menerima bagian dari pendapatan biaya. Sebaliknya, menurut proposal baru, xSUSHI hanya akan menerima hadiah berbasis emisi yang dibayarkan di SUSHI.

Hadiah berbasis emisi yang disebutkan akan didasarkan pada tingkatan time-lock. Jadi, semakin lama time-lock, maka hadiahnya akan semakin tinggi. Sementara itu, pengguna tetap diperbolehkan untuk menarik aset mereka sebelum jatuh tempo dari time-lock, namun akan ada penyitaan hadiah jika penarikan terjadi sebelum jatuh tempo.

Selain itu, penyedia likuiditas akan menerima bagian dari pendapatan biaya swap 0,05%, dengan saham tertinggi masuk ke kumpulan likuiditas dengan volume tertinggi. Ini akan membantu memberi penghargaan kepada PL sesuai dengan kontribusinya terhadap likuiditas.

Selanjutnya, SushiSwap akan menggunakan persentase variabel dari biaya swap 0,05% untuk membeli kembali SUSHI dan membakarnya. Membakar token ini mengacu pada menghapus token dari suplai yang beredar dan mengirimnya ke address, sehingga token tersebut tidak dapat diambil kembali oleh siapa pun.

Terakhir, untuk mengurangi inflasi, DEX akan menghasilkan emisi 1-3% hasil persentase tahunan (APY) untuk token SUSHI. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan pasokan dengan pembelian kembali, pembakaran, dan kunci likuiditas.

Menurut proposal yang diajukan, semua perubahan mengarah pada satu tujuan, yaitu “memberi insentif untuk partisipasi jangka panjang dalam ekosistem SUSHI,” ungkap Grey.


Referensi: