CEO Pintu Ungkap Pendapatnya Soal Regulasi Crypto Indonesia di Coinfest Asia 2023

author:

CEO Pintu Ungkap Pendapatnya Soal Regulasi Crypto Indonesia di Coinfest Asia 2023

Bali, Pintu News – Dalam acara Coinfest Asia, festival crypto dan Web3 terbesar di Asia, yang tengah diselenggarakan di Bali sejak 24 Agustus 2023 hingga hari ini, banyak mata tertuju pada Indonesia.

Pasalnya, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat bahwa jumlah investor crypto di Indonesia telah mencapai 17,25 juta orang per April 2023. Jumlah ini meningkat sebanyak 11.000 orang atau naik 0,64% dibandingkan Maret 2023, di mana investor crypto tercatat sebanyak 17,14 juta orang.

Jeth Soetoyo, Founder & CEO Pintu dan beberapa pembicara lain seperti Samuel Yim selaku CBDO dan APAC Director dari 1inch membagikan pandangan mereka mengenai perkembangan terbaru di industri ini lewat sesi Clash of the Titans: Decentralized vs Centralized Trading di Coinfest Asia 2023.

Keseimbangan Antara CEX dan DEX

keseimbangan antara cex dan dex
Sumber: Zebpay

Dalam diskusinya, Samuel Yim berpendapat bahwa DEX (Decentralized Exchanges) adalah salah satu bagian dari ekosistem crypto yang lebih luas, di mana salah satu kelebihan utamanya adalah kemampuan pengguna untuk memiliki “self-custody” atau penyimpanan mandiri atas aset crypto mereka.

Berbeda dengan CEX (Centralized Exchange), di dalam DEX, pemilik aset tidak bergantung pada pihak ketiga, seperti bank atau bursa sentralisasi untuk menyimpan atau mengelola aset mereka.

Sebagai salah satu pembicara di sesi tersebut, Jeth Soetoyo, selaku Founder dan CEO dari crypto exchange di Indonesia, Pintu, menekankan baik DEX maupun CEX memiliki perannya masing-masing.

“Sama seperti Anda menyimpan sebagian uang di dompet dan sebagian di bank, konsep yang sama berlaku untuk uang digital. Oleh karenanya, saya percaya bahwa DEX maupun CEX bisa berjalan berdampingan,” kata Jeth.

Menurutnya, meskipun tren bergerak menuju Web3 dan DeFi, mengelola kunci dan dompet digital bukanlah konsep yang mudah bagi banyak orang. Oleh karena itu, Jeth menekankan pentingnya untuk memiliki spektrum di mana kedua jenis pertukaran, baik desentralisasi maupun sentralisasi, memiliki tempatnya masing-masing.

Baca juga: Coinfest Asia 2023: Festival Web3 Terbesar di Asia dengan Dukungan dari Tokoh Industri Terkemuka!

Bagaimana Perkembangan Regulasi Crypto di Indonesia?

coinfest asia 2023 bali
Pembicara acara Coinfest Asia 2023

Sesuai dengan reformasi yang diungkapkan pada awal tahun 2023 lalu, pengawasan aset crypto di Indonesia akan berganti dari Bappebti, lembaga yang berfokus pada komoditas, ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengenai perubahan regulasi crypto ini, Jeth mengungkapkan bahwa:

“Indonesia bergerak dari badan regulasi setara CFTC atau Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi ke badan setara SEC atau Komisi Sekuritas dan Bursa Efek dalam hal regulasi crypto,” ungkap Jeth di Coinfest Asia (24/8/23).

Pendekatan yang diambil oleh Indonesia adalah dengan memisahkan peran bursa, kliring, penyimpanan, dan broker. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan akuntabilitas dari berbagai peserta untuk berbagai bagian bisnis.

Alasan Perubahan Regulasi Crypto Indonesia

Lebih lanjut, Jeth membagikan pandangannya di mana salah satu alasan utama perubahan regulasi crypto di Indonesia adalah untuk mencegah insiden seperti yang terjadi dengan FTX. Karena berpotensi menghasilkan “FTX versi lokal”, pemerintah Indonesia mengambil langkah pengadaan regulasi crypto yang setara dengan SEC.

Melalui adanya perubahan regulasi ini, pemerintah Indonesia tentu memiliki harapan insiden serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Pada akhirnya, dengan Indonesia yang terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem crypto yang aman dan bertanggung jawab, pemimpin industri crypto seperti Jeth Soetoyo berpendapat bahwa regulasi terbaru mengenai crypto di Indonesia merupakan langkah baik.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.